2016

January 11, 2016 at 3:02 am Leave a comment

Tahun 2015 telah kita lewati. Tiap orang pastilah memiliki kesan terhadap tahun yang telah berlalu. Kalau dirangkum pasti akan terangkum dua hal besar, sedih dan gembira. Cara pandang pribadilah yang nantinya akan menjadi pembeda. Pribadi positif  bisa menjadikan kesedihan sebagai pembelajaran. Menjadikan kesenangan sebagai bentuk rasa syukur. Sedangkan pribadi negatif akan larut dalam kedukaan dan jumawa dengan  kesuksesan yang direngkuh.

Tahun 2015 adalah tahun gejolak didunia ekonomi khususnya sektor komoditas. Harga minyak turun serendah rendahnya. Harga batubara setali tiga uang. Turunnya harga batubara bahkan sudah mendahului harga minyak. Diakhir tahun 2012, dalam terbitan majalah coal asia, TP Rachmat patron dunia pertambangan sudah memprediksi bahwa mulai tahun 2013 pebisnis batubara akan menghadapi turbulence yang hebat. Dia benar, memasuki tahun 2013 sampai dengan kini harga komoditas batu hitam terus merosot. Harga terkini sudah menyentuh rock bottom price. 

Belajar dari prediksi TP Rachmat, mendengar atau membaca dari para guru bisnis adalah sebuah keharusan. Kita memang tidak akan pernah tahu apa yang terjadi kedepan, kita hanya tahu gejala gejalanya berdasarkan analisa kekinian. Bagi pribadi positif, krisis adalah masa masa emas untuk bekerja. Krisis mendobrak zona kenyamanan. Kreativitas karena kepepet muncul lagi. 
Tahun 2015 adalah tahun yang penuh dengan goncangan politik. Indonesia yang terdiri dari banyak partai menjadi panggung akrobat para politisi. Konflik KPK vs Polri diawal tahun dan kasus “Papa minta saham” yang menyeret Setya Novanto menjadi headline utama tahun 2015. Seluruh kisruh politik ini syukurnya berjalan secara pararel dengan percepatan pembangunan proyek infrastruktur yang dikawal Jokowi. Jika belanja APBN tidak optimal ditengah lesunya ekonomi global, maka niscaya Indonesia bisa terjerembab dalam krisis ekonomi. Di akhir tahun, poros partai oposisi pemerintahan telah melemah. Partai PAN, PKS dan Golkar yang sebelumnya menyatakan diri sebagai partau oposisi, sudah tidak malu untuk merapat kepada pemerintah. Kini yang tertinggal adalah para haters jokowi disosial media yang gigit jari.

Tahun 2016 adalah tahun harapan. Apapun yang terjadi ditahun 2015 adalah pembelajaran untuk menatap setahun kedepan. Optimisme mesti digelorakan. Sikap positif mesti ditebarkan. Kesuksesan tidak akan menghampiri pribadi dengan sikap negatif. Sukses adalah hak bagi para petarung yang penuh optimisme dan semangat positif. Selamat datang 2016! 

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

E KTP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

January 2016
M T W T F S S
« Dec    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 21,649 hits

%d bloggers like this: