TAHUN POLITIK

January 10, 2014 at 8:35 am Leave a comment

Menyebut 2014, serempak seluruh media masa menyebutnya sebagai tahun politik. Iya, sebentar lagi hajatan pesta demokrasi terbesar di Indonesia akan berlangsung. April adalah pemilu legislatif dan bulan Oktober telah akan lahir presiden baru Indonesia. Sebagai rakyat, saya sangat berharap semoga kali ini satu suara saya berharga bagi lahirnya pemimpin yang peduli akan nasib rakyat.  Lima tahun lalu, suara saya berikan kepada partai dan presiden berlambang mercy. Hasilnya adalah, saya  membeli mobil mercy dengan onderdil avanza. Kecewa berat karena penampakannya saja yang bagus diawal, ternyata dijalan tersandung sandung akan berbagai kasus korupsi. Saya memiliki keyakinan para pembeli mobil mercy seperti saya akan mencari kendaraan baru yang lebih menjanjikan harapan perubahan.

Tahun politik terasa tidak hanya di kota. Didesa, para politisi tak kalah rajin bergerilya. Momen momen keramaian masa memikat para politisi untuk blusukan kesana. Acara pernikahan, metatah dan lain sebagainya adalah ajang yang pas untuk berkunjung ber simakrama  (silaturahmi) sekaligus sosialisasi di Bali. Cara yang baik dan efesien serta tepat sasaran. Sebagai ujung dari kegiatan sosialisasi, tuan rumah akan diminta keiklasannya untuk mendukung  sekaligus kalau berkenan membantu sosialisasi lewat pengenalan calon dengan membagikan kartu nama.

Bicara kartu nama politisi, secara ukuran tidaklah berbeda dengan kartu nama bisnis. Beda yang paling nyata adalah dari desain. Saya belum pernah menemukan kartu nama bisnis dengan foto pemilik kartu nama. Kalau kartu nama politisi, belum pernah saya temukan tanpa foto pemiliknya. Kalau di Bali, foto para politisi sebagian besar dengan pakaian adat Bali. Memakai destar (udeng) sebagai penutup kepala. Mungkin kalau di daerah lain memakai peci. Ini memberi keuntungan bagi para politisi yang rambutnya sudah mulai menipis  atau telah botak, mereka jadi terlihat lebih ganteng dengan tambahan kesan religius. Kalau kartu nama politisi pasti tertuliskan slogan yang ditujukan guna membuat hati rakyat senang. Seperti: “bebas korupsi”, “pro rakyat”, “mengangkat kesejahteraan rakyat”, “membangun berbasis budaya” dan lain sebagainya.

Ternyata, ikut membantu membagikan kartu nama politisi ke masyarakat  tidaklah gampang. Setiap kartu nama politisi dibagikan, raut muka penerima kartu terkesan tidak enak. Ada juga yang enak menerimanya, tapi disertai dengan guyonan (tepatnya sindiran). Ternyata kesan rakyat  terhadap politisi sudah seragam baik di kota maupun di desa. Mereka sudah apatis. Tidak terlihat ada semangat untuk mendengarkan harapan harapan dalam orasi yang disampaikan saat sosialisasi. Gempuran berita negatif dari media masa tentang kelakuan korup para politisi menyebar bagaikan angina puting beliung. Seluruhnya disapu dengan citra negatif.

Dengan buruknya citra politisi dimata publik akibat kasus korupsi yang tak berkesudahan, sengat berat akan terwujud pesta demokrasi tahun ini di Indonesia. Saya  meramalkan, tahun politik malah akan menjadi tahun “pembantaian” politisi. Rakyat  telah mulai menghukum politisi dengan mendemonstrasikan sikap skeptis.

Entry filed under: Politik. Tags: , , .

METATAH Pertengkaran ke…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

January 2014
M T W T F S S
« Sep   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Blog Stats

  • 21,649 hits

%d bloggers like this: