METATAH

January 8, 2014 at 9:56 am Leave a comment

Saya pulang ke Bali untuk menghadiri acara Metatah (upaca potong gigi) keluarga dari Ibu. Kali ini yang metatah 16 orang  sepupu dan beberapa ternyata masih level ponakan. Metatah sering mengambil momen bersamaan dengan acara manusia yadnya lainnya. Momen yang diambil untuk acara kali ini adalah pernikahan saudara sepupu Opan dan Elly.  

Saya telah metatah lima tahun yang lalu. Saya merasakan kesan simbolis yang kuat sekali atas acara ini. Gigi saya saat itu tidak banyak dikikir apalagi dipotong. Itu sudah saya pesankan kepada tukang “tatah” yang dikenal sebagai sangging. Saya tidak kuat akan ngilu yang terasa jika gigi dikikir khususnya gigi taring. Setelah acara metatah, siapapun diharapkan bisa menjalani hidup sebaik baiknya. Potong gigi adalah simbolis dari memusnahkan sifat sifat binatang yang ada dalam diri. Mulai sejak selesai metatah jadilah manusia dewasa sejati. 

Saya cukup terkejut akan perkembangan tingkat kedewasaan anak anak masa kini. Salah satu peserta acara metatah masih cukup muda. Kelas 5 sekolah dasar sudah memasuki masa puber (sudah haid). Apakah ini memang fenomena khusus atau sudah berlaku umum. Apa yang saya baca di national geographic tentang pubertas anak anak di Amerika yang kian tahun kian muda ternyata terjadi juga di Bali. Makanan sebagai pemicu utama akan perkembangan hormonal ternyata telah berimbas sampai ke Bali. 

Disela sela mengikuti rangkaian acara, saya berbincang bincang dengan salah seorang keluarga yang berprofesi sebagai petani. Kami bicara ngalor ngidul. Mulai dari tema para calon DPR yang mulai turun kedesa sampai kualitas tanah perhatian yang sudah rusak. Dari sini saya bisa menyerap informasi bahwa seluruh produk pertanian harus dipupuk kimia atau di semprot kimia. Jika tidak, sudah sangat mustahil bisa panen. Sayur sayuran seperti kacang panjang, sayur hijau, brokoli dan yang lainnya, mulai dari penanaman sampai panen harus dijaga dengan pupuk dan semprotan kimia agar terhindar dari gulma dan hama. Efeknya adalah kandungan kimia yang begitu besar dalam produk produk pertanian. Petanipun ternyata takut memakan sayuran yang ditanamnya sendiri. Sungguh menghawatirkan. Kenapa tidak beralih ke pupuk organik seperti masa lalu ?. Ternyata kalau beralih ke pupuk organik, untuk kurun waktu tertentu, hasil panen akan gagal total karena tanah sudah terbiasa dengan pupuk kimia. Perlu waktu, sedangkan kebutuhan perut petani tidak bisa diajak menunggu. Inilah salah satu peran pemerintah yang ditunggu. 

Entry filed under: Uncategorized. Tags: , , , .

Kabel TAHUN POLITIK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

January 2014
M T W T F S S
« Sep   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Blog Stats

  • 21,649 hits

%d bloggers like this: