Gerakan Ekonomi Peradah di Bromo

July 29, 2011 at 2:26 am Leave a comment

Gerakan membangun kemandirian ekonomi pemuda telah ditetapkan menjadi program prioritas DPN Peradah Indonesia masa bakti 2009-2012.  Gerakan ekonomi menjadi pusat perhatian mengingat anggota Peradah berada pada rentang usia produktif 18-40 tahun. Gerakan dimulai dengan mendirikan koperasi primer nasional Peradah. Kami sepakat untuk memberi nama  Koperasi Sinergi Nusantara (KSN).

Gerakan ekanomi Peradah kami mulai sebarkan ke berbagai daerah. Bromo merupakan salah satu  yang menjadi daerah percontohan gerakan ini. Virus kemandirian ekonomi kami tularkan melalui program pembiayaan dan pelatihan UMKM di Bromo. Program ini merupakan satu rangkain,  yang diawali dengan pemberian paket pembiayaan kepada empat usaha mikro di desa Ngadiwono,  Bromo. Setelah paket pembiayaan digulirkan, kami melakukan pengawasan dan pembinaan kepada UKM mitra binaan. Untuk itu, DPN Peradah bersama Peradah Jawa Timur dan Peradah Kabupaten Pasuruan melaksanakan kegiatan bersama pelatihan UMKM  di Bromo pada tanggal 14-15 Mei 2011.

Perjalan ini menjadi yang pertama bagi saya ke Bromo. Setelah sekian lama tertunda, akhirnya keinginan untuk bisa mengunjungi Bromo tercapai juga. Bulan Desember 2010, saat Lokasabha Peradah Jawa Timur di Banyuwangi, saya diundang untuk mengunjungi Bromo oleh Ketua Peradah Pasuruan, Parji dan Sekretaris, Singgih. Penampilan mereka impresif dengan seragam serba hitam serta model ikat kepala unik. Dibilang blangkon bukan, udeng juga bukan. Lebih tepat kombinasi atara udeng dan blangkon. Dari obrolan di bulan Desember tersebut, saya mendapatkan masukan bahwa para pemuda di Bromo memerlukan gerakan kongkrit Peradah di bidang ekonomi di sana.

Rombonga Peradah dari Jakarta berkumpul dengan rombongan dari Jawa Timur di Pura Juanda Surabaya. Dari Jakarta, rombongan DPN Peradah mendarat dengan Lion Air pada pukul 11 siang. Kami dijemput oleh Mas Agus Wijaya mantan Ketua DPP Peradah Jawa Timur, bersama dengan Made Dwiatmika dan Ketut Widya. Ternyata Pura Juanda tidaklah jauh dari airport. Sepuluh menit perjalanan,  kami telah sampai di lokasi pura. Setelah sembahyang bersama dan makan siang, kami baru melanjutkan perjalan menuju Ngadiwono, Kabupaten Pasuruan. Total jumlah rombongan yang bertolak menuju sebanyak  21 orang.
Perjalanan  dari Pura Juanda desa Ngadiwono kami tempuh kira kira selama 4 jam.  Hari telah gelap ketika kami sampai di Desa Ngadiwono. Nyala lamu dari rumah yang bersusun mengikuti kontur pegunungan menyajikan pemandangan yang indah untuk kami nikmati. Dingin udara pegunungan Bromo terasa menusuk begitu kami menginjakkan kaki di desa Ngadiwono. Menurut Siggih,  suhu udara malam tersebut belum seberapa dingin, dimusim kemarau, suhu udara jauh lebih dingin, ditambah angin gunung yang bertiup juga cukup kencang.

Dinginnya udara ternyata tidak menyurutkan para pemuda Tengger untuk berkumpul. Kami semua berkumpul di aula Pura Tunggul Adi Sari yang cukup untuk menampung kami semua yang berjumlah 70 an orang. Pura Tunggul Adi Sari berada di tengah perumahan penduduk. Posisinya di kontur ketinggian membuat Pura terlihat paling menonjol diantara bangunan yang lain. Suasana asri dengan sentuhan arsitektur jawa begitu kuat. Ketua Parisada Pasuruan , Made Suwitra, Pembimas Hindu, Drs Irawan dan Mangku Keto ikut hadir menyambut kami. Pak Made Suwitra adalah juga seorang guru agama. Sudah hampir tiga dekade beliau menetap di Bromo. Saya tidak menangkap logat Bali dari tutur kata beliau tersisa. Sudah jawa tulen. Beliau menyambut kami dengan hangat. Suasana kekeluargaan dengan cepat terbangun diantara kami semua.

Setelah acara ramah tamah, pukul 20 kegiatan pelatihan UMKM dan Koperasi bagi para pemuda dimulai. Acara ini dipandu oleh pengurus Koperasi Sinergi Nusantara  yang terdiri dari: Wayan Sudane, RAB Gandhi, Putu Adi Saputra dan Astri Anggreini. Materi yang disampaikan adalah seputar koperasi, metoda pembuatan proposal bisni sederhana dan simpan pinjam.  Pelatihan berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan dan masukan memperkaya diskusi yang berlangsung.

Dalam diskusi, terungkap  kekhawatiran akan tidak adanya lembaga ekonomi yang dimiliki umat Hindu di Pasuruan. Pesatnya perkembangan Credit Union Sawiran  di Pasuruan yang berkembang dari Rumah Retret Sawiran  merupakan tantangan positif bagi umat Hindu desa Ngadiwono dan sekitarnya yang 90% beragama Hindu. Potensi ekonomi yang besar di Ngadiwono, Notorejo dan Ngadisari harusnya bisa dimanfaatkan oleh lembaga ekonomi Hindu dengan mengambil bentuk koperasi. Potensi bagi pengembangan koperasi di ketiga desa tersebut  cukuplah besar. Dari observasi dan diskusi yang kami lakukan, koperasi disini akan bisa berkembang kalau fokus bergerak dibidang pertanian. Termasuk juga usaha simpan pinjam untuk pembiayaan modal kerja pertanian.

Pertemuan yang berlangsung menyepakati untuk terbentuknya Koperasi Sinergi Nusantara Pasuruan. Rapat diantara para pemuda menyepakati bahwa Peradah Pasuruan akan menjadi motor dari koperasi. Parisada dan tokoh tokoh keumatan sebagai penasehan dan anggota pengawas. Secara mufakat pada malam itu disepakati memberikan kepercayaan kepada Mas Agus sebagai sebagai ketua KSN Pasuruan. Parji selaku Ketua Peradah Pasuruan secara ex officio akan menjadi Ketua Dewan Pengawas Koperasi.
Keesokan harinya, kami meninjau UMKM mitra binaan Koperasi Sinergi Nusantara. Program ini merupakan kerjasama Peradah dengan Badan Dharma Dana Nasional milik Parisada. Ada 4 mitra binaan yang sudah berjalan di Bromo. Dua mitra binaan membuka usaha warung baksoayam,  satu mitra binaan membuka usaha warung kupang lontong dan satu mitra binaan lagi untuk pembibitan kubis.
 
Sulasmi (30 tahun) dan Kustianah (47 tahun) secara berkelompok membuka warung kupang lontong di desa Tosari  kec. Tosari, kurang lebih 17 kilometer dari puncak Bromo. Saya penasaran, seperti apakah makanan kupang lontong ini. Ternyata yang dimaksud dengan kupang lontong persis seperti lontong sayur. Hanya saja dalam kupang lonton sayurnya diganti dengan semacam sop kerang. Rasanya  aneh di lidah saya, agak amis. Setelah terbiasa, gurihnya masakan ini cukup lezat untuk bisa saya nikmati. Warung Ibu Sulasmi dan Ibu Kustianah terbuat dari bangunan bambu. Dari warna bambu yang masih hijau terlihat kalau bangunan semi permanen ini baru selesai. Selain kupang lontong sebagai menu utama, mereka juga menjual nasi kuning dan aneka gorengan

Sulasmi adalah ibu rumah tangga dengan 1 putra dengan suami sebagai supir. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan rumah tangga masih perlu ditingkatkan. Ia berharap, melalui usaha warung kupang lontong yang belum pernah ada di daerah tersebut, ia mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.
Begitu juga Kustianah, ibu rumah tangga dengan dua orang anak dan suaminya sebagai buruh tani. Sebelumnya, Kustianah juga sebagai buruh tani yang masih membutuhkan pekerjaan untuk menambah penghasilan keluarga. Dari hasil usaha warung Kupang Lontong yang sudah berjalan hampir satu bulan tersebut, rata-rata penghasilan dari penjualan sehari mencapai Rp 150.000,- hingga Rp 200.000,-

Berlokasi tidak jauh dari Pura Tunggul Adi Sari, desa Ngadiwono, Reni Prigawati membuka warung bakso ayam. Warungnya memanfaatkan lahan yang masih kosong  disebelah rumah tinggalnya dengan memberi tambahan bangunan semi permanen. Selain masyarakat yang ada disekitar lokasi warung, konsumen warung bakso Reni adalah juga umat Hindu yang sembahyang ke Pura.
Kini,  upaya gerakan ekonomi yang kami gulirkan bekerjasama dengan BDDN telah dinikmati oleh umat Hindu di Bromo. Semoga upaya ini bisa menjadi stimulus bagi berkembangnya gerakan ekonomi di sana. Gerakan ini akan terus kami gulirkan untuk menstimulus terwujudnya kemandirian ekonomi umat Hindu Indonesia.

Entry filed under: Peradah. Tags: , , , , , .

Membonceng Sepakbola OKP Papan Nama di KNPI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

July 2011
M T W T F S S
« Apr   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 21,649 hits

%d bloggers like this: