Konsistensi dalam Mengelola Organisasi Non Profit

July 25, 2008 at 6:49 am 5 comments

Saya jadikan konsistensi sebagai catatan khusus dalam mengelola organisasi non profit karena 3 alasan. Pertama karena sikap tidak konsisten adalah perusak dahsyat bagi karakter organisasi. Kedua, konsistensi dapat dijadikan tolak ukur bagi kesuksesan pemimpin. Alasan ketiga adalah karakter tidak konsisten ternyata telah menjadi budaya di hampir seluruh organisasi non profit di Indonesia.

Tahun 2003, saya menjadi pengurus Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) sebagai ketua Organisasi dan Kaderisasi. Saya dilantik bersama 30 pengurus yang lain di Bandar Lampung. Tiga tahun selanjutnya merupakan drama ketidakkonsistenan dari para pengurus. Satu demi satu para pengurus menghilang. Dari seluruh pengurus yang dilantik, yang bisa bertahan sampai masa kepengurusan berakhir tidak lebih 10 orang. Tahun 2005 saya terlibat dalam sebagai salah satu ketua di DPP KNPI. Lakonnya berbeda, alur ceritanya kurang lebih sama. Kali ini jumlah pengurus sangat dahsyat, lebih dari duaratus orang. Setelah hampir 3 tahun berjalan, jumlah pengurus yang hadir dalam rapat pleno sampai saat ini seringkali tidak lebih dari 30 orang.

Pengalaman di dua oraganisasi non profit selama kurun waktu 5 tahun tersebut memberi saya pemahaman bahwa sikap tidak konsisten adalah perusak  dahsyat tatanan organisasi. Sikap ini merusak modal dari berjalannya organisasi non profit yaitu semangat. Sebagai catatan, dalam melakukan pemilihan pengurus haruslah selektif. Pengurus organisasi mesti mereka-mereka yang memiliki konsistensi semangat. Mereka biasanya person-person yang telah mengerti manfaat berorganisasi. Sembarang rekrut demi memenuhi kuantitas adalah kesalahan fatal.

Pemacu konsistensi anggota adalah konsistensi dari para pemimpinnya. Dalam dimensi yang lebih luas, konsistensi yang dituntut dari seorang pemimpin bukan hanya terkait sikap, tapi juga karakter pribadi dan pengamalan nilai-nilai organisasi. Saat ini saya menikmati aktif di Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) karena merasakan konsistensi dari sikap pemimpin. Teguh mempertahankan karakter dan nilai-nilai organisasi serta konsisten bekerja dalam tim. Jumlah anggota tim  kerja organisasi ini cukup kecil. Bahkan tim ini merupakan tim paling kecil dari organisasi atau kepanitian yang pernah saya ikuti.  Catatan saya adalah konsistensi  segala dimensi pemimpin akan memicu semangat anggota untuk bekerja. Bagi para volunteer organisasi nonprofit, reward finansial pasti tidak mungkin. Untuk itu pemimpin dituntut harus bisa konsisten memberikan inspirasi serta motivasi bagi anggotanya.

Saya menyatakan sikap tidak konsisten telah menjadi budaya di banyak organisasi nonprofit di Indonesia. Kenapa saya sebut telah membudaya, karena ketidakkonsistenan telah terjadi dimana-mana. Sikap tidak konsisten bukan hanya masalah partisipasi anggota, telah juga menjalar terhadap implementasi program, pertanggungjawaban program serta fokus gerakan. Sangat sukar saat ini kita menemukan minutes meeting yang dengan konsisten dijalankan oleh para PIC seperti halnya dalam organisasi

profit. Program-program dalam rapat kerja seringkali dibuat dengan mimpi-mimpi yang begitu tinggi tapi tak membumi. Tolak ukur tidak jelas serta implementasi tidak secara konsisten dikawal oleh para punggawa organisasi. Celakanya, hal ini terjadi hampir diseluruh organisasi non profit yang saya ikuti. Ironis memang. Ditengah kemerosotan ini, beberapa organisasi saya lihat telah banyak berbenah. Mereka berusaha untuk berbenah menjadi organisasi moderen. Untuk mencegah menjalarnya budaya ketidakkonsistenan, transformasi organisasi adalah kebutuhan yang mendesak. 

Menurut saya,  ” Sukses adalah gabungan antara kecemerlangan ide dan sikap  konsisten”.

Entry filed under: non profit. Tags: , , , , , .

PEMILIHAN KETUA IKASTARA Arti Kehadiran SBY

5 Comments Add your own

  • 1. M M  |  August 6, 2008 at 2:03 pm

    keren blognya Bang!
    keep the good work!

    Reply
  • 2. Komang Adi  |  August 7, 2008 at 2:24 am

    Trims M.
    Keep the spirit high also..
    You do something great at Ikastara..keep it moving

    Reply
  • 3. i ketut pasek  |  October 2, 2008 at 1:08 am

    Hindu ke depan membutuhkan pemimpin seperti bli, saya setuju dengan pendapat bli. banyak teman2 yang menggebu gebu untuk namanya di masukkan ke dalam pengurus, tapi kalau urusan rapat dan kerja tidak ada yang nongol.bravo bli.

    Reply
  • 4. Luhtu  |  October 6, 2008 at 4:59 am

    Semangat2🙂

    Reply
  • 5. dhoni  |  February 27, 2009 at 12:49 am

    Salam, bli,

    nice meeting u here.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 21,649 hits

%d bloggers like this: