Berfoto dengan Pak Harto

February 3, 2008 at 4:43 am 1 comment

Kesan terhadap begitu berkuasa dan kharismatiknya  Pak Harto saya rasakan pada tahun 1993. Kala itu saya baru masuk di SMA Taruna Nusantara,  dan Pak Harto berkenan berkunjung ke kampus kami. Atas akan berlangsungnya kunjungan seorang kepala negara, kampus sejak seminggu sudah melakukan persiapan penuh. Mulai dari para pamong (guru), siswa dan tentunya bapak ibu tukang kebun yang harus makin mempercantik pangkasan pohon beringin dan rumput.

Karena kesempatan bertemu Pak Harto dirasa begitu langka, seluruh siswa akan diberikan kesempatan foto bersama. Bagaimana caranya agar seluruh 750 siswa dari tiga angkatan dapat berfoto bersama dalam waktu singkat 10-15 menit bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Selama seminggu kita diminta berlatih untuk prosesi berfoto. Seluruh 250 siswa satu angkatan akan berlari bersama lalu berdiri serta berjongkok disamping kiri dan kanan Pak Harto. Tempat foto di pelataran tempat kami biasa melakukan senam pagi serta upacara bendera. Letaknya persis di depan Balairung Pancasila.

Tibalah waktunya Pak Harto mengunjungi Kampus SMA Taruna Nusantara. Beliau meresmilan Prasasti Pancasila di posisi paling prime di kampus kami, lalu menanam pohon kenangan yang sampai sekarang pasti sudah besar di posisi yang utama juga, serta memberi sambutan dalam acara  tatap muka di dalam Balairung. Seluruh perhatian isi kampus terkonsentrasi ke tempat acara di Balairung, seluruh kota Magelang tahu bahwa kampus kami sedang kedatangan tamu agung, dan seluruh pejabat sipil maupun militer Jawa Tengah tumpah ruah di SMA kami.

Foto bersama dengan Pak Harto yang telah kami nantikan dan latih selama seminggu akhirnya tiba tepat menjelang waktu makan siang. Kami 30 menit sebelum prosesi sudah berbaris sesuai kelas masing-masing dan berkumpul tiap angkatan. Dengan cepat selama sepuluh menit kami bisa berfoto bersama dengan Pak Harto. Saat itu semua merasa lega  karena telah  tidak melakukan kesalahan di hadapan seorang kepala negara, juga lega karena telah bisa berfoto dengan Pak Harto.

Beberapa hari kemudian kami dapat berita kalau foto kami dengan Pak Harto hasilnya ternyata mengecewakan. Sebagian besar karena pose kita yang belum sempurna saat pengambilan gambar. Bagaimana bisa sempurna, wong kita masih lari fotografer telah menggambil gambar. Its ok, yang paling pentingkan kami pernah berfoto dengan Pak Harto. (30 Januari 08)

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

AHIMSA Makna Terpilihnya Mangku Pastika

1 Comment Add your own

  • 1. Luhtu  |  February 5, 2008 at 10:26 am

    Abang,ceritanya asik juga jadi kangen ama kampus…🙂

    * Iya kok, pohon dekat prasastinya udah besar dan penuh misteri — serem banget kalau lewat malem2

    -sri-

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Blog Stats

  • 21,649 hits

%d bloggers like this: