<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Komang Adi Setiawan</title>
	<atom:link href="http://komangadi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://komangadi.wordpress.com</link>
	<description>Entrepreneur, management and nonprofit organization</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Nov 2009 10:47:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='komangadi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/aa33db788dcafa2246170016a9c76893?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Komang Adi Setiawan</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Peradah 2009-2012</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2009/11/13/peradah-2009-2012/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2009/11/13/peradah-2009-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 09:58:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Komang Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[non profit]]></category>
		<category><![CDATA[Peradah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[<img class="aligncenter size-full wp-image-113" title="logo Peradah" src="http://komangadi.wordpress.com/files/2009/11/logo-peradah.jpg" alt="logo Peradah" width="103" height="102" />
<strong> ”Transformasi Menuju Organisasi Profesional &#38; Berkarakter"</strong>

<strong>VISI:</strong>
” Membangun generasi muda Hindu sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia yang mandiri dan demokratis  untuk mencapai kedamaian dan kesejahteraan berdasarkan Dharma"

Berlandaskan visi tersebut, kami ingin menetapkan satu sasaran utama, yaitu Pelestarian Pusaka (Warisan) Hindu Nusantara, melalui pembangunan profesionalisme organisasi dan pemberdayaan generasi muda Hindu selaku bagian terpenting dari pusaka itu sendiri.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=112&subd=komangadi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-113" title="logo Peradah" src="http://komangadi.files.wordpress.com/2009/11/logo-peradah.jpg?w=103&#038;h=102" alt="logo Peradah" width="103" height="102" /><br />
<strong> ”Transformasi Menuju Organisasi Profesional &amp; Berkarakter&#8221;</strong></p>
<p><strong>VISI:</strong><br />
” Membangun generasi muda Hindu sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia yang mandiri dan demokratis  untuk mencapai kedamaian dan kesejahteraan berdasarkan Dharma&#8221;</p>
<p>Berlandaskan visi tersebut, kami ingin menetapkan satu sasaran utama, yaitu Pelestarian Pusaka (Warisan) Hindu Nusantara, melalui pembangunan profesionalisme organisasi dan pemberdayaan generasi muda Hindu selaku bagian terpenting dari pusaka itu sendiri.</p>
<p>Berbicara mengenai Pusaka Hindu Nusantara, sama dengan berbicara mengenai eksistensi Hindu Nusantara itu sendiri, termasuk kita semua sebagai bagian di dalamnya. Pada umumnya, ketika kita berbicara mengenai pusaka Hindu Nusantara, yang muncul di benak kita adalah hal-hal yang bersifat materil. Mulai dari bangunan suci, kitab, ritual-ritual keagamaan. Kami ingin mengajak kita semua untuk melihat dari perspektif yang berbeda, bahwa segala pusaka itu hadir tidak lepas dari tangan-tangan terampil pemuda Hindu Nusantara serta organisasi pemuda yang menaunginya. Kami percaya, tangan-tangan terampil itulah, yang mampu membangkitkan dan menjaga kelestarian segala pusaka itu, untuk kemudian mewariskannya kepada generasi selanjutnya. Sejatinya, Peradah dan generasi muda dengan segala karakter unggul adalah pusaka Hindu Nusantara.</p>
<p>Untuk mencapai sasaran tersebut, kami memiliki <strong>MISI</strong> sebagai berikut berikut:<br />
1.	Memperkuat sradha dan bhakti generasi muda Hindu yang berwawasan nasional (Bina Dharma).<br />
2.	Membangun kualitas dan kemandirian generasi muda Hindu berlandaskan Dharma (Bina Warga).<br />
3.	Membangun Peradah sebagai organisasi yang solid dan memiliki peran bagi pengembangan organisasi-organisasi lain yang bernafaskan Hindu (Bina Kriya)<br />
4.	Membangun jaringan dalam maupun luar negeri sebagai upaya untuk memberi kontribusi bagi pembangunan Nasional (Bina Sandhiwani).<br />
5.	Melaksanakan program-program sebagai karya nyata bagi bangsa dan negara (Bina Karya).</p>
<p>Visi dan Misi Peradah diatas, kami jabarkan dalam <strong>12 agenda aksi</strong> yang fokus kepada sasaran pelestarian Pusaka Hindu Nusantara dan diharapkan bisa menjawab tantangan-tantangan yang sedang dihadapi umat Hindu saat ini. Agenda aksi sebagian besar akan dilaksanakan oleh <strong>Peradah Provinsi/Kabupaten </strong>sebagai ujung tombak. DPN akan lebih banyak berfungsi sebagai inisiator dan fasilitator suksesnya program.<br />
<strong><br />
1. KEWIRAUSAHAAN</strong></p>
<p><strong>Sasaran</strong><br />
Permasalahan riil yang dihadapi generasi muda yang menjadi anggota Peradah (usia 20-40 tahun) adalah masalah ekonomi. Pondasi dasar untuk melaksanakan kehidupan berumah tangga (Grahasta) adalah ekonomi. Masalah ekonomi juga kerap kali menjadi alasan berkurangnya penganut Hindu di Indonesia. Peran Peradah sangat dibutuhkan dalam upaya-upaya pengembangan ekonomi umat. Terutama terkait pemberdayaan potensi-potensi ekonomi spesifik di kantong-kantong umat yang selama ini kurang tergarap.</p>
<p><strong>Solusi Program</strong><br />
<strong>•	Membangun jaringan ”UKM Peradah”</strong><br />
Target : Tahun pertama memfasilitasi 1 UKM setiap provinsi (DPP), tahun kedua dikembangkan menjadi 1 UKM setiap kabupaten (DPK), tahun ketiga dan seterusnya meningkat dengan target penambahan 1 UKM di tiap kabupaten (DPK).</p>
<p><strong>•	Membangun Kemitraan</strong><br />
Kemitraan untuk memfasilitasi UKM binaan Peradah dilaksanakan setelah ”UKMPeradah” berhasil membangun sistem (SOP) yang handal. Kemitraan dilaksanakan dengan menggandeng BDDN, Unit Corporate Social Responsibility (CSR), Kementrian Koperasi dan UKM, Kementrian Pendidikan, Menegpora Bank dan lembaga-lembaga pembiayaan lainnya.</p>
<p><strong>•	Membentuk Koperasi Peradah</strong><br />
Koperasi Peradah akan menjadi unit ekonomi untuk menaungi seluruh anggota. Koperasi bisa menjadi fasilitator dalam menyokong inisiatif-inisiatif kewirausahaan anggotanya, baik dari segi dana, maupun sistem pendukung. Dana yang terhimpun dari anggota akan dikembalikan kepada anggota dalam bentuk simpan pinjam bagi anggota termasuk ”UKMPeradah”. Fasilitas-fasilitas pendukung bagi roda operasional inisiatif kewirausahaan anggotanya akan membantu membentuk profesionalisme dan standar mutu yang tinggi. Anggota koperasi terbuka bagi pengurus Peradah, anggota, alumni maupun umat Hindu.</p>
<p><strong>2. KEAGAMAAN &amp; SOSIAL KEMASYARAKATAN</strong></p>
<p><strong>Sasaran<br />
</strong>Wacana tentang berkurangnya umat Hindu etnis Kaharingan, Jawa, Tual, Toraja bahkan Bali telah menjadi wacana yang selalu didengar. Seringkali wacana hanya bergulir begitu saja tanpa aksi nyata. Peradah harus “Get Real” dalam aksi nyata.</p>
<p><strong>Solusi Program</strong><br />
<strong>•	World Hindu Heritage Program</strong><br />
-	Explorasi kebhinekaan  Hindu Nusantara yang kaya akan budaya. Mulai dari Hindu Batak Karo, Tamil, Tengger, Badui, Tual, Kaharingan, Tenganan dsb. Explorasi ini meliputi tim penulis, fotografi, peminat sejarah budaya dan agama.<br />
-	Explorasi dilakukan terintegrasi dengan upaya pemberdayaan perekonomian umat yang telah disebutkan sebelumnya. Potensi-potensi spesifik yang unik di tiap-tiap daerah dapat dikembangkan menjadi sumber perekonomian umat setempat.<br />
-	Menyusun hasil explorasi dalam media komunikasi internet serta buku  bekerjasama dengan Lembaga Kajian dan Penelitian Peradah.<br />
-	Hasil explorasi di tiap-tiap daerah dapat dikomunikasikan dalam forum komunikasi, yang diharapkan dapat membentuk jejaring yang saling mendukung antara daerah yang satu dengan yang lainnya.<br />
-	Melaksanakan international conference dengan tema ”Protecting World Hindu Heritage”</p>
<p><strong>•	Program Pra Nikah Hindu</strong><br />
-	Pemuda Hindu diperantauan banyak yang berpindah Agama karena pernikahan. Pemuda yang menikah dengan pasangan diluar Hindu kebingungan mencari tempat dan komunitas untuk bertanya. Peradah saat ini belum bisa menjawab kebutuhan anggota/pemuda Hindu akan situasi yang sering dilematik ini. Program ini akan dieksekusi pada level DPP/DPK Peradah. DPN hanya inisiasi sebuah pilot projek di DPP/DPK.</p>
<p><strong>3. SISTEM INFORMASI &amp; KOMUNIKASI</strong></p>
<p><strong>Sasaran<br />
</strong>Peradah sudah memiliki website  www.peradah.org. yang pertama kali dirintis pada tahun 2004. Visi media ini sudah tepat untuk menjawab tantangan jaman bahwa ke depan peran organisasi off line akan banyak tergantikan oleh aktivitas online. Website ini dapat lebih dioptimalisasikan fungsinya untuk mendukung berbagai program Peradah.</p>
<p><strong>Solusi Program</strong><br />
<strong>•	Revitalisasi www.peradah.org/ www.peradah.com/ www.peradah.info/ www.peradah-indonesia.org</strong><br />
Peradah.org dengan tagline ”Explore the Spirit of Hindu Youth” dikembangkan menjadi situs komunitas pemuda Hindu. Situs ini memiliki karakter khusus sebagai ajang interaksi dengan nilai-nilai Hindu. Anggota akan dapat menikmati e-book Hindu, Astronomi Hindu Bali, India, Kaharingan, Banten dll kalau bergabung dalam situs komunitas  ini. Untuk membedakan dengan situs organisasi, bisa saja dibuat situs peradah-indonesia.org sebagai situs organisasi, kemudian situs peradah.org, peradah.info, dan peradah.com untuk tujuan lain seperti untuk komunitas, komersial, berita dam lain-lain.. Perkembangan program yang dilakukan masing-masing daerah dapat diupdate melalui situs ini, dan dapat juga dibuatkan subdomain untuk masing-masing daerah, jika dibutuhkan. Dengan anggota yang makin menggurita, situs ini juga bisa menjadi salah satu sumber pemasukan peradah dari iklan atau pengembangan e-commerce.</p>
<p><strong>•	Membangun SMS Center Peradah</strong><br />
SMS Center Peradah dibuat untuk menjawab kebutuhan informasi 2 arah bagi anggota yang mobile namun belum dapat mengakses internet dari peralatan mobilenya. SMS Center ini bertujuan untuk menggerakkan semangat, memberi informasi terkini serta menjaring opini anggota.</p>
<p><strong>•	Newsletter Peradah</strong><br />
Peradah dulu pernah memiliki buletin ASTIKA. Untuk mengawali menuju arah buletin bulanan, kita mulai dengan menerbitkan newsletter 4 bulan sekali. Tujuan Newsletter sebagai media informasi kegiatan Peradah seluruh Indonesia, sekaligus mempererat tali kekerabatan antara Peradah dengan anggotanya melalui media tulis.</p>
<p><strong>•	Laporan Tahunan Peradah</strong><br />
Laporan tahunan ini merupakan buku rangkuman laporan kegiatan termasuk di dalamnya laporan keuangan organisasi yang telah teraudit. Buku tahunan ini sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan stakeholder bagi eksistensi Peradah.</p>
<p><strong>4. LINGKUNGAN HIDUP</strong></p>
<p><strong>Sasaran<br />
</strong>Pemanasan Global (global warming) merupakan isu dunia paling hangat saat ini. Protokol Kyoto dan Bali Road Map adalah hasil pertemuan para pemimpin dunia menjawab kepedulian tentang lingkungan hidup. Peradah sebagai organisasi nasional sudah sewajarnya menyambut isu ini dengan aksi nyata. Peradah pernah merespon isu lingkungan ini dengan melakukan kegiatan penanaman pohon, salah satunya penanaman mangrove di Jakarta Utara. Langkah yang baik untuk diteruskan dengan gerakan yang lebih luas.</p>
<p><strong>Solusi Program<br />
•	Peradah Green</strong><br />
Menumbuhkan budaya ramah lingkungan di Peradah. Program ini merupakan kampanye untuk menggugah kesadaran dan kecintaan akan bumi sebagai tempat hidup kita. Budaya hemat energi, penggunaan recycle product adalah salah satu bentuk kampanye.</p>
<p><strong>•	Satu Pura (Temple) Satu Pohon</strong><br />
Menanam satu pohon disetiap Pura/temple di seluruh Indonesia sebagai kontribusi riil seluruh anggota Peradah. Pohon yang ditanam adalah tanaman keras dan langka.</p>
<p><strong>•	Hindu Green Concept sebagai bagian “World Hindu Heritage Program”</strong><br />
Explorasi konsep Hindu Nusantara terkait perlindungan lingkungan dilanjutkan dengan dokumentasi serta menyebarluaskan konsep tersebut keseluruh dunia, melalui media on line (www.green.peradah.org) serta media cetak.</p>
<p><strong>5. PENDIDIKAN &amp; PENGEMBANGAN SDM</strong></p>
<p><strong>Sasaran</strong><br />
Peradah harus menjawab kebutuhan akan peningkatan kualitas anggota dan pemuda Hindu. Program-program pendidikan dan pengembangan SDM yang telah dimiliki Peradah dapat lebih dioptimalkan. Salah satunya PAKEM.</p>
<p>Peradah sebagai organisasi pemuda Hindu nasional, dapat membangun jembatan bagi kader-kadernya untuk program-program pendidikan sekala nasional maupun internasional.</p>
<p><strong>•	Mengemas Pendidikan Kepemimpinan Berjenjang</strong><br />
Pendidikan Kepemimpinan (PAKEM) berjenjang dikemas kembali lebih menarik. PAKEM dijadikan ajang temu pemuda Hindu baik skala nasional maupun daerah. PAKEM dikemas sehingga dapat memenuhi standar pendidikan kepemimpinan level nasional sehingga diakui oleh instansi pemerintahan &amp; swasta. Dengan diakuinya kualitas PAKEM Peradah, animo kader muda untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengkaderan ini akan tinggi.</p>
<p><strong>•	Memfasilitasi Pengembangan Pendidikan Kader</strong><br />
Membangun data base anggota termasuk seluruh potensi pendidikan dan background yang dimiliki. Membangun jaringan nasional dan internasional yang memberikan kesempatan pengembngan SDM, lalu endistribusikan anggota pada kesempatan-kesempatan yang tersedia.</p>
<p><strong>6. HUKUM &amp; HAK ASASI MANUSIA</strong></p>
<p><strong>Sasaran</strong><br />
Kasus penistaan agama Hindu oleh oknum Pendeta Moses di Medan adalah salah satu kasus yang membutuhkan peran aktif dari Peradah. Peradah belum memiliki tim advokasi yang seharusnya bisa aktif berperan membela kepentingan umat seperti dalam kasus Pendeta Moses.</p>
<p><strong>Solusi Program:</strong></p>
<p><strong>•	Membentuk ”Lembaga Advokasi Peradah”</strong><br />
Beranggotakan praktisi hukum dari kalangan generasi muda Hindu. Lembaga ini bertugas untuk memberikan pembelaan bagi kasus kasus hukum keumatan yang terjadi.</p>
<p><strong>•	Perapihan Legalitas Organisasi</strong><br />
Membantu kesekjenan merapikan dan melengkapi seluruh dokumen legalitas organisasi. Termasuk membantu DPP/DPK dalam menyesuaikan standar kelengkapan hukum organisasi sesuai dengan SOP bidang hukum yang dibuat DPN.</p>
<p><strong>7. KERJASAMA DALAM NEGERI</strong></p>
<p><strong>Sasaran</strong><br />
Peradah sukses menempatkan anggotanya di kepengurusan harian KNPI. Prestasi ini patut diapresiasi sebagai bentuk peran aktif Peradah dalam memajukan wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan nasional.</p>
<p>Peradah perlu menjaga peran sentralnya dalam kegiatan lintas organisasi. Kemah Pemuda Lintas Agama dan  Persaudaraan Anak Bangsa (PAB) merupakan kegiatan-kegiatan lintas organisasi yang bertujuan untuk mempererat kerjasama lintas OKP serta mencoba memberi kontribusi bagi permasalahan bangsa. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat dilanjutkan dan dipertajam lagi manfaatnya.</p>
<p><strong>Solusi Program</strong><br />
<strong>•	Revitalisasi Persaudaraan Anak Bangsa(PAB)</strong><br />
Persaudaraan Anak Bangsa (PAB) sebagai forum organisasi lintas agama (Ansor, PP Muhamadiyah, GAMKI, Pemuda Katolik, Gema Budhis) memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi bagi permasalahan bangsa. Kontribusi tersebut bisa dijabarkan dalam berbagai program skala nasional maupun internasional.</p>
<p><strong>•	Mendorong Rekonsiliasi DPP KNPI</strong><br />
Sebagai stakeholder KNPI, merupakan kewajiban Peradah untuk terwujudnya rekonsiliasi DPP KNPI yang saat ini terpecah menjadi 2 kepengurusan. Peradah dengan value cinta damai bisa berperan aktif bagi terwujudnya satu pengurusan DPP KNPI.</p>
<p><strong>•	Meningkatkan Hubungan Antar Organisasi</strong><br />
DPN Peradah harus bisa menjadi fasilitator bagi DPP/DPK dalam membangun hubungan lintas organisasi. Mitra strategis dengan struktur organisasi sampai tingkat kabupaten seperti Departemen Pemerintahan, OKP, KNPI, Partai Politik dan lembaga swasta nasional harus bisa dirajut dengan baik oleh DPN Peradah.</p>
<p><strong>8. KERJASAMA LUAR NEGERI</strong></p>
<p><strong>Sasaran</strong><br />
Bibit-bibit jalinan kerjasama yang pernah ditanam dengan pihak-pihak di luar negeri, seperti Asean Hindu Youth, Pertukaran pemuda antara Indonesia dan Malaysia, kerjasama dengan Deplu untuk mengirimkan delegasi budaya ke Australia (Perth), perlu terus disiram dan dipupuk agar buahnya dapat kita nikmati.</p>
<p><strong>Solusi Program</strong></p>
<p><strong>•	Menghidupkan Asean Hindu Youth</strong><br />
Dengan menghidupkan kembali Asean Hindu Youth yang telah terbentuk pada masa kepemimpinan Ibu Sely, akan mengangkat citra Peradah dalam pergaulan pemuda Hidu Asean. Asean Hindu Youth dapat dijadikan landasan kepada terbentuknya organisasi Hindu di level yang lebih tinggi.</p>
<p><strong>•	Membentuk Asia Hindu Youth</strong><br />
Asia Hindu Youth ditargetkan bisa terbentuk ditahun kedua. Asia Hindu Youth akan menjadi jendela Peradah dalam pergaulan tingkat Asia dimana negara-negara maju seperti India, Cina dan Jepang ada dalam kelompok ini.</p>
<p><strong>•	World Hindu Youth Conference</strong><br />
Tahun ketiga Peradah sudah bisa menginisiasi sebuah international conference. Terbentuknya Asia Hindu Youth merupakan pijakan kokoh untuk menyongsong dunia. Tema World Hindu Youth Conferece adalah “Protecting World Hindu Heritage”. Hindu Nusantara membutuhkan perhatian dunia atas kebhinekaan Hindu serta kekayaan budaya yang kita miliki. Sudah selayaknya komunitas Hindu dunia ikut melindungi. World Hindu Youth Conference merupakan landasan bagi terbentuknya organisasi pemuda Hindu seluruh dunia.</p>
<p><strong>9. ORGANISASI &amp; KADERISASI</strong></p>
<p><strong>Sasaran<br />
</strong>Berapakah jumlah riil anggota Peradah? Kalau kita tanyakan kepada siapapun yang duduk sebagai pengurus pusat Peradah, jawabannya pasti berbeda satu sama lain. Berapa DPP (Provinsi) atau DPK (Kabupaten) yang eksis di Peradah saat ini? Ini juga pertanyaan yang mesti bisa dijawab dan diketahui luas secara transparan oleh publik.</p>
<p>Untuk mewujudkan hal-hal yang direncanakan, dibutuhkan kader-kader yang terampil dan mumpuni. Manfaat keorganisasian Peradah bagi setiap kader-kadernya haruslah jelas. Sehingga setiap kader benar-benar bisa mendapatkan pengembangan diri yang sesuai, dan bisa berkarya sesuai minat, bakat dan kemampuannya dan berhasil melaksanakan program-programnya dengan baik.</p>
<p><strong>Solusi Program:</strong><br />
•	Menghidupkan Dewan Pimpinan Propinsi &amp; Dewan Pimpinan Kabupaten.<br />
DPN segera melakukan dokumentasi terhadap DPP dan DPK se Indonesia. Lalu mendokumentasikan potensi pengurus yang duduk didalamnya. Daerah-daerah didorong untuk melakukan kaderisasi berjenjang. DPN selanjutnya memberikan penghargaan tahunan bagi DPP yang berprestasi dalam penataan organisasi dan kaderisasi. Penghargaan Tahunan DPP Berprestasi akan dikelompokkan sesuai bidang/program kerja prioritas.</p>
<p><strong>•	Pencitraan Organisasi ”Profesional &amp; Berkarakter”</strong><br />
Untuk menjawab tantangan pengkaderan, Peradah harus melakukan pembenahan citra organisasi. Peradah harus mencerminkan karekter pemuda yang ”Profesional &amp; Berkarakter”. Pencitraan dimulai dari pembenahan atribut organisasi, media informasi dan program-program unggulan yang menjawab kebutuhan anggota.</p>
<p><strong>10. SEKRETARIAT JENDERAL</strong></p>
<p><strong>Sasaran</strong><br />
Saat ini kantor Sekretariat Peradah beralamat di Pondok Bambu Batas. Tempat ini atas kontribusi yang konsisten dan tidak kenal lelah dari mantan Ketua Umum Peradah, Bapak Suena. Seluruh kader Peradah sudah semestinya memberikan apresiasi tinggi kepada Beliau atas dukungan yang diberikan bagi eksisnya Peradah. Memasuki usia perak 25 tahun, Peradah seyogyanya sudah mampu menanggung beban kesekretariatan ini secara bersama-sama dengan seluruh kader, baik kader aktif maupun alumni.</p>
<p>Sekretariat semestinya dikelola secara profesional. Kantor sekretariat akan indah jika bisa hidup dengan berbagai aktifitas kepemudaan seperti rapat-rapat, forum diskusi, kegiatan seni dan budaya serta spiritual.</p>
<p><strong>Solusi Program<br />
</strong></p>
<p><strong>•	Kantor Sekretariat Yang Operasional</strong><br />
Kantor sekretariat Peradah kita hidupkan. Sekretariat bisa menjadi meeting point dari seluruh anggota. Kantor sekretariat dengan posisi yang lebih sentral adalah tempat yang ideal. Selain sebagai pusat kesekretariatan, fungsi tempat juga bisa kita optimalkan sebagi pusat kajian dan penelitian, tempat penyelenggaraan forum-forum diskusi, spiritual/yoga center, tempat pengembangan seni &amp; budaya, serta perpustakaan.</p>
<p>Fungsi kesekretariatan kita jalankan dengan memperkerjakan staff profesional. Selain tugas-tugas rutin kesekretariatan Peradah, staf juga dapat diperbantukan untuk mengelola administrasi badan semi otonom Peradah serta membantu administrasi Forum Alumni Peradah.</p>
<p><strong>•	Penerapan Tata kelola Peradah yang baik &amp; benar<br />
</strong>DPN Peradah mesti kita kelola dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dan benar (Good Governance). Penyusunan Standart Operating Procedure (SOP) menjadi keharusan sebagai pelengkap pelaksanaan teknis AD/ART. Sistem pengelolaan keuangan, pelaporan kegiatan, sistem manajemen informasi adalah beberapa SOP yang mesti segera dirampungkan. SOP selanjutnya disebarluaskan keseluruh DPP/DPK se Indonesia.</p>
<p><strong>•	Perapihan Status Badan Hukum Peradah.</strong><br />
Penataan ini meliputi review terhadap penyesuaian legalitas hukum organisasi, pendaftaran kepengurusan nasional di Departemen Dalam Negeri dan Menpora serta membantu mereview status hukum DPP/DPK se Indonesia.</p>
<p><strong>•	Peremajaan dan Penyeragaman Atribut Organisasi</strong><br />
DPN Peradah harus berani “meremajakan” atribut organisasi. Atribut (stationary, seragam dll) yang ada saat ini perlu diberikan sentuhan baru dengan corak dan design yang lebih muda tanpa keluar dari koridor AD/ART. Peradah juga harus berani membuat terobosan dengan memperkenalkan ”Batik Peradah” sebagai seragam PDH. Batik Peradah merupakan upaya memberi pencitraan yang lekat dengan cinta budaya Nusantara.</p>
<p><strong>11. PENDANAAN ORGANISASI</strong></p>
<p><strong>Sasaran</strong><br />
Memperkuat potensi pendanaan yang sudah ada saat ini, serta memperluasnya. Diharapkan dapat dihasilkan dana operasional rutin organisasi yang optimal, agar bisa berfungsi mengawal organisasi dalam skala nasional.</p>
<p><strong>Solusi Program:</strong></p>
<p><strong>•	Membangun Sistem Pendanaan Organisasi yang Berkelanjutan</strong><br />
Melanjutkan dan memperkuat Punia Taruna, yang merupakan terobosan yang bagus pada era kepengurusan Ngurah Wirawan. Memperkenalkan Punia Taruna secara nasional baik kepada anggota, alumni Peradah maupun umat Hindu. Memperkenalkan terobosa sistem pembayaran Punia Taruna melalui credit card, auto debet ataupun pembayaran tahunan. Bermitra dengan Forum Alumni Peradah untuk bersama-sama bisa mensukseskan Punia Taruna agar bisa mencapai target tahun pertama 10 juta/bulan, tahun ke dua 15 juta/bulan dan tahun ketiga 20 juta/bulan.</p>
<p><strong>•	Menghimpun Dana Kemitraan</strong><br />
Program terancang haruslah memiliki sumber pendanaan yang jelas. Untuk  itu DPN mesti menjalin kemitraan dengan Departemen Pemerintahan, unit CSR perusahaan serta NGO dalam maupun luar negeri.</p>
<p><strong>•	Event Penggalangan Dana</strong><br />
Sudah jamak saat ini umat Hindu menggalang dana lewat turnamen golf. Peradah untuk pembiayaan Mahasabha 2003 menggalang dana lewat turnamen golf Peradah Open. Peradah juga bisa memulai terobosan event penggalangan dana rutin lewat media seni dan budaya. Penggelaran pertunjukan seni &amp; budaya rutin tahunan bisa diangkat sebagai ciri khas Peradah yang bersifat profit.</p>
<p><strong>•	Unit Usaha</strong><br />
Peradah telah memiliki saham di 1 unit usaha yang bergerak di manajemen SDM, PT Inspire Consulting. Peradah bisa membuat 2 unit usaha profesional lagi yang khusus bergerak di bidang Merchandise dengan skala internasional serta perusahaan yang bergerak dibidang Information Technology yang fokus dalam mengembangkan web komunitas Hindu.</p>
<p><strong>12. OLAHRAGA, SENI &amp; BUDAYA</strong></p>
<p><strong>Sasaran</strong></p>
<p>Saat ini Peradah (DPP DKI) memiliki program Olahraga Gembira. Gabungan antara olahraga dengan kegiatan seni budaya untuk merajut silaturahmi antar pemuda Hindu. Program ini seharusnya bisa diduplikasi didaerah lain. Konsep tetap sama tetapi dengan sekala kegiatan yang diperluas atau diperkecil sesuai dengan potensi daerah.</p>
<p>Pemuda sudah semestinya lekat dengan olahraga. Olahraga juga merupakan media komunikasi organisasi. Peradah saat ini tidak memiliki tim olahraga yang solid yang bisa menjadi ajang berkumpulnya para pemuda Hindu serta ajang untuk komunikasi lintas organisasi.</p>
<p><strong>Solusi Program</strong><br />
•	Olahraga Seni &amp; Budaya Sebagai Media Konsolidasi Internal<br />
Program Olahraga Gembira merupakan salah satu program simakrama antar umat Hindu yang konsepnya bagus. Program ini menyatukan umat dalam suasana kompetisi sehat plus pagelaran budaya. Event ini bisa diduplikasi ke Provinsi lain dengan skala kegiatan yang berbeda, tergantung potensi daerah.</p>
<p>•	Olahraga Sebagai Media Komunikasi Eksternal<br />
Peradah Provinsi seharusnya memiliki klub/tim untuk olahraga populer seperti sepakbola, futsal, bulutangkis, voly atau tenis. Klub/tim Peradah ini dapat melakukan sparing partner dengan  klun milik OKP, wartawan, perusahaan ataupun instansi pemerintahan. Dengan melakukan sparing partner, jaringan eksternal organisasi bisa makin erat.</p>
<p><strong><br />
MENGGULIRKAN BADAN SEMI OTONOM PERADAH</strong></p>
<p>Merupakan badan semi independen yang dibentuk oleh Peradah. Badan ini bebas bergerak sesuai tujuan pembentukannya. Pola hubungan antara Badan Semi Otonom dengan DPN Peradah adalah koordinatif. Anggota badan semi otonom lebih terbuka mulai dari anggota Peradah, alumni Peradah dan umat Hindu. Badan ini sudah pernah diretaskan. Tugas kita bersama menggulirkannya menjadi sebuah kekuatan pilar umat Hindu.<br />
<strong><br />
Badan Semi Otonom Peradah:</strong></p>
<p><strong>LKPP: Lembaga Kajian dan Penelitian Peradah</strong><br />
Lembaga ini menghasilkan kajian terkait isu nasional dan internasional yang relevan dengan Peradah. Publikasi buku dan jurnal merupan output LKPP. Target LKPP bisa menghasilkan satu terbitan buku dalam satu tahun.<br />
<strong><br />
LPEB: Lembaga Pengembangan Ekonomi &amp; Bisnis Peradah</strong><br />
Tugas badan ini adalah mentransformasi unit bisnis existing Peradah serta membentuk unit bisnis baru bagi sumber pendanaan organisasi. LPEB memfasilitasi terbentuknya koperasi Peradah sebagai pendukung pengembangan UKM Peradah di seluruh Indonesia.<br />
<strong><br />
LAP : Lembaga Advokasi Peradah</strong><br />
Lembaga Advokasi Peradah adalah lembaga bantuan hukum yang bertugas membantu penuh penanganan kasus kasus hukum keumatan. LAP beranggotakan praktisi hukum umat Hindu yang memiliki fungsi koordinatif dengan DPN Peradah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=112&subd=komangadi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2009/11/13/peradah-2009-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komangadi.files.wordpress.com/2009/11/logo-peradah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo Peradah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tantangan Menggulirkan BDDN</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2009/10/07/tantangan-menggulirkan-bddn/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2009/10/07/tantangan-menggulirkan-bddn/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 08:37:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Komang Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[<em><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-110" title="Logo BDDN" src="http://komangadi.wordpress.com/files/2009/10/logo.jpg?w=126" alt="Logo BDDN" width="126" height="150" />“ Anak yang terlahir dari ibu bermasalah
sedikit banyak akan kena getah masalah”
</em>
Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) diluncurkan di tengah keprihatinan umat akan eksistensi Parisada. Pecahnya Parisada yang terjadi di Bali adalah pukulan yang telak terhadap citra organisasi karena Bali merupakan barometer perkembangan Hindu di Indonesia. Terkatung-katungnya penuntasan inventarisasi asset-aset Parisada ditambah dengan lepasnya kepemilikan Media Hindu yang dikembangkan atas goodwill Parisada menambah arang yang mencoreng citra organisasi.
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=109&subd=komangadi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-110" title="Logo BDDN" src="http://komangadi.files.wordpress.com/2009/10/logo.jpg?w=126&#038;h=150" alt="Logo BDDN" width="126" height="150" />“ Anak yang terlahir dari ibu bermasalah<br />
sedikit banyak akan kena getah masalah”<br />
</em><br />
Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) diluncurkan di tengah keprihatinan umat akan eksistensi Parisada. Pecahnya Parisada yang terjadi di Bali adalah pukulan yang telak terhadap citra organisasi karena Bali merupakan barometer perkembangan Hindu di Indonesia. Terkatung-katungnya penuntasan inventarisasi asset-aset Parisada ditambah dengan lepasnya kepemilikan Media Hindu yang dikembangkan atas goodwill Parisada menambah arang yang mencoreng citra organisasi.</p>
<p>Setelah soft launching di Jakarta pada 16 September 2007 dan grand launching di Bali pada tanggal 3 November 2007, resmi sudah badan baru ini bertugas. Sebagai badan resmi Parisada yang bertugas sebagai pengumpul dharma dana (dana punia) umat Hindu, BDDN memiliki tantangan yang sangat berat. Tantangan pertama adalah belum familiarnya umat Hindu akan istilah dharma dana. Sebuah istilah yang tidak ada dalam mata pelajaran agama Hindu anak sekolahan. Beda sekali tingkat populernya dengan istilah dana punia yang sudah familiar di umat Hindu Bali. Kenapa tidak memakai istilah dana punia saja? Lebih disebabkan karena memperhatikan faktor istilah Hindu yang bercita rasa Nusantara. Istilah dana punia adalah istilah Bali. Perlu ada istilah baru yang menasional.</p>
<p>Diperlukan hampir dua tahun lamanya untuk bisa memperkenalkan istilah Dharma Dana kepada umat Hindu khususnya didaerah perkotaan. Umat yang berada di Jabodetabek dan kota-kota besar di indonesia merupakan target prioritas pertama karena mereka dari tingkat pendidikan bisa dengan lebih mudah tersentuh akan teknologi. Selama dua tahun BDDN secara konsisten berusaha menyentuh langsung umat Hindu melalu pengiriman informasi via SMS, email dan newsletter. Pertemuan langsung melalui berbagai kelompok umat khususnya di Jabodetabek dan kota-kota besar secara intensif diselenggarakan. Sudah puluhan kali aproaching one to one dilaksanakan dengan mengundang para leader di kalangan umat Hindu makan siang atau makan malam bersama. Memang dibutuhkan kesabaran dan keuletan dalam memperkenalkan produk yang baru. Terlebih produk tersebut terkait dengan keumatan yang perlu keterlibatan nilai rasa dalam menentukan level partisipasi.</p>
<p>Tantangan kedua adalah merubah paradigma program Parisada. Tantangan ini sangatlah berat karena paradigma program Parisada selbelum sebelumnya adalah condong kegiatan vertikal (kepada Tuhan). Jarang sekali program-program horisontal (antar sesama manusia). Paradigma program akan digeser menjadi seimbang antara program vertikal dengan program horisontal. Dharma Dana yang terkumpul di BDDN akan disalurkan kepada program-program yang sifatnya horisontal untuk menjawab langsung kebutuhan umat Hindu Nusantara.</p>
<p>Satu tahun pertama tak terhitung banyaknya proposal kegiatan yang peruntukannya untuk kegiatan upacara khususnya ngenteg linggih dan perbaikan pura. Berat sekali rasanya harus menolak proposal-proposal program tersebut. Dalam standard operating procedure (SOP) yang telah ditandatangani bersama dengan Parisada, telah digariskan bahwa prioritas utama program adalah untuk kegiatan kemanusiaan. Program-program yang dananya masuk dari umat melalui BDDN haruslah memiliki nilai manfaat langsung kepada umat. Untuk itulah program prioritas yang dipilih adalah memberikan beasiwa bagi mahasiswa di lima perguruan tinggi terbaik di Indonesia yaitu  UI, ITB, UGM, ITS dan IPB. Program kedua adalah memberikan asuransi kepada para pandita dan pinandita di seluruh Nusantara. Banyak yang mempertanyakan, kenapa beasiswa diberikan kepada mahasiswa di universitas, bukan kepada siswa siswa SD,  SMP atau SMA. Pilihan ini lebih didasarkan atas kepentingan pragmatis. Kita harus secepatnya memiliki kader-kader umat Hindu yang bisa dicetak menjadi pemimpin. Dengan menghasilkan pemimpin dalam satu skenario pembinaan yang terencana, maka pengembangan keumatan akan memiliki laskar-laskar muda yang handal untuk 15-20 tahun kedepan. Disamping tentunya pertimbangan keterbatasan jumlah dharma dana yang terkumpul di rekening BDDN.</p>
<p>Tantangan ketiga adalah membangun profesionalisme BDDN. Sudah jamak dikalangan umat Hindu akan rendahnya kepercayaan terhadap organisasinya sendiri. Banyak yang merasa telah berbuat tapi tidak mengetahui arah perkembangannya. Banyak yang telah konsisten selalu mengikuti arahan Bhisama Parisada tetapi Parisada yang dijadikan panutan justru yang tidak konsisten. Matinya program yang memiliki tujuan yang sama yaitu Dana Punia Nyepi adalah sebuah case study tentang kegagalan dalam menjaga konsistensi dan profesionalisme organisasi.</p>
<p>Untuk mewujudkan profesionalisme BDDN dimulai dengan membangun sistem. BDDN adalah organisasi yang digerakkan oleh sistem. Karena itu menyelesaikan standard operating procedure (SOP) secara menyeluruh adalah sebuah kewajiban. Karena belum terbiasa bekerja dengan SOP, maka diawal awal banyak yang merasa terbatasi. Ada pengurus Parisada yang protes karena tidak bisa menggunakan dana yang ada di BDDN untuk membiayai tiket pesawat dalam acara Pesamuan Agung di Kendari. Sehingga dalam internal pengurus Parisada berhembus kesan bahwa BDDN adalah otoriter. ” Kan BDDN milik Parisada, kok Parisada sendiri susah menggunakan uang miliknya sendiri”. Menghadapi statement seperti itu dibutuhkan kesabaran untuk terus menerus memberikan pemahaman akan role of the game organisasi. Memang tidak mudah mewujudkan good corporate governance. Dibutuhkan banyak pengorbanan, salahsatunya adalah korban perasaan.</p>
<p>Tantangan keempat adalah dalam membangun tauladan. Bangsa Indonesia dan umat Hindu khususnya adalah tergolong masyarakat tauladan. Masyarakat yang bergerak karena adanya contoh positif dari para pemimpinnya. Dalam konteks membangkitkan partisipasi berdharma dana, umat Hindu perlu sekali mendapatkan tauladan dari para pemimpin-pemimpin lembaga keumatan. Sering sekali selama menggulirkan dharma dana dikalangan instansi keumatan baik swasta maupun negeri, umat terlebih dahulu melihat pimpinannya. Gairah pimpinan akan gerakan dharma dana merupakan sinyal positif bagi suksesnya dukungan partisipasi ke BDDN.<br />
Pekerjaan terbesar dalam menjawab tantangan ini adalah membuat seluruh pengurus BDDN membayar dharma dana. Lalu memperluas lingkaran tauladan kepada seluruh pengurus Parisada baik tingkat pusat maupun tingkat daerah. Selanjutnya lagi meningkat kepada pengurus-pengurus organisasi nasional bernafaskan Hindu.</p>
<p>Dibutuhkan kesabaran dan keuletan luar biasa dalam menggerakkan BDDN. Disamping itu, pemimpin BDDN mesti siap berkorban. Saat ini BDDN beruntung memiliki pimpinan yang visioner dan mau berkorban bagi organisasi. Jalan masih panjang, masih ada tahun-tahun kedepan yang menanti bagi perjalanan dan ujian terhadap konsistensi BDDN. Memang BDDN bukan dibangun untuk kepentingan jangka pendek, organisasi ini butuh nafas yang panjang demi sebuah cita-cita membangun umat Hindu yang mandiri dengan tingkat crada dan bakti tinggi.</p>
<p><em><br />
”Anak yang gilang gemilang dan berbakti akan<br />
</em><em>memberi keharuman bagi Ibu yang telah melahirkannya”</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=109&subd=komangadi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2009/10/07/tantangan-menggulirkan-bddn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komangadi.files.wordpress.com/2009/10/logo.jpg?w=126" medium="image">
			<media:title type="html">Logo BDDN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Piso Surit</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2009/10/02/piso-surit/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2009/10/02/piso-surit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 15:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Komang Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[
Piso surit&#8230; Piso surit&#8230;
terpingko pingko&#8230;Terdilo dilo&#8230;
Lalap la jumpo
Rasa tena ngena
I jakel kena
tengahna gundari
Siangna menda turang atena wari
Entah benari mata kena tertunduh
Aku nimaisa turang tangis terdiluh
Engo engo medage na
Mulih me ge kena
Bage manindu rupa ari o turang
(Djaga Depari)
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=102&subd=komangadi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://komangadi.wordpress.com/2009/10/02/piso-surit/"><img src="http://img.youtube.com/vi/Chl2sAEyAk0/2.jpg" alt="" /></a></span><br />
Piso surit&#8230; Piso surit&#8230;<br />
terpingko pingko&#8230;Terdilo dilo&#8230;<br />
Lalap la jumpo<br />
Rasa tena ngena</p>
<p>I jakel kena<br />
tengahna gundari<br />
Siangna menda turang atena wari<br />
Entah benari mata kena tertunduh<br />
Aku nimaisa turang tangis terdiluh</p>
<p>Engo engo medage na<br />
Mulih me ge kena<br />
Bage manindu rupa ari o turang<br />
(Djaga Depari)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=102&subd=komangadi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2009/10/02/piso-surit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/Chl2sAEyAk0/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>GURU</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2009/08/17/guru/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2009/08/17/guru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 01:39:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Komang Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[non profit]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Klungkung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[<img class="alignleft size-full wp-image-92" title="Kapur tulis" src="http://komangadi.wordpress.com/files/2009/09/kapur-tulis.jpg" alt="Kapur tulis" width="135" height="135" />"Mereka adalah sedikit orang yang tercipta dengan kegembiraan untuk bisa memberi tanpa mengharap untuk menerima"

Guru sangat dekat dengan kehidupan saya. Orang tua keduaduanya adalah guru. Saya pernah tinggal di asrama guru. Saya begitu familiar dengan gaya hidup guru. Ikut menikmati canda tawa dan guyonan para guru, serta mengerti apa hal hal yang membuat seorang guru hatinya terhibur.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=91&subd=komangadi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-92" title="Kapur tulis" src="http://komangadi.files.wordpress.com/2009/09/kapur-tulis.jpg?w=135&#038;h=135" alt="Kapur tulis" width="135" height="135" />&#8220;Mereka adalah sedikit orang yang tercipta dengan kegembiraan untuk bisa memberi tanpa mengharap untuk menerima&#8221;</p>
<p>Guru sangat dekat dengan kehidupan saya. Orang tua keduaduanya adalah guru. Saya pernah tinggal di asrama guru. Saya begitu familiar dengan gaya hidup guru. Ikut menikmati canda tawa dan guyonan para guru, serta mengerti apa hal hal yang membuat seorang guru hatinya terhibur.</p>
<p>Guru masa SMP yang begitu saya ingat bernama Pak Sirna. Beliau kepala sekolah SMP 1 Klungkung. Karena desakan beliaulah saya mendaftar untuk mengikuti test ke SMA Taruna Nusantara. Saat itu sama sekali tidak ada niat untuk melanjutkan SMA merantau ke tanah Jawa. Merantau ke Denpasarpun saat itu belum terlintas dalam pikiran. Saya berterimakasih atas dukungan dan motivasi tak kenal henti dari beliau. Karena dukungannya saya mendapatkan pendidikan lanjutan yang cukup baik di SMA Taruna.</p>
<p>Pak Widiono adalah guru olahraga masa SMA. Saya kenang beliau atas kecintaannya terhadap anak didik yang bergabung dalam tim sepakbola. Saat pertama kali masuk asrama di SMA Taruna, saya dibelikan sepatu sepakbola oleh beliau. Ini adalah kalipertama saya memiliki sepatu sepakbola walaupun hobi main bola sudah sejak kanak kanak.</p>
<p>Apa yang mereka lakukan membekas hingga kini dihati. Mereka melakukan sesuatu tanpa mengharap untuk menerima dari anak didiknya. Pak Sirna dan Pak Widi adalah salah dua diantara puluhan guru yang memberi saya pengetahuan, perhatian serta membukakan kesempatan bagi masa depan yang lebih baik.</p>
<p>Saat ini didunia kerja yang begitu pragmatis, kehidupan dan alam menjadi guru saya. Berbagai kegagalan, kekecewaan dan penolakan-penolakan telah memberi saya pelajaran yang tidak terlupakan. Kegagalan yang pernah dialami saat mulai berbisnis memberi pelajaran untuk lebih fokus dalam menekuni bidang usaha.  Berbagai hujatan dan penolakan yang diterima dalam pemilihan ketua Peradah tahun 2006 memberi saya keteguhan hati untuk tetap berkarya, walaupun diarena yang berbeda. Berbagai perbedaan pandangan dan konflik yang saya jalani menumbuhkan kesabaran dalam menghadapi segala permasalahan.</p>
<p>Dua puluh lima tahun telah berlalu sejak saya memiliki guru formal pertama kali. Hanya sedikit yang masih bisa saya temui hingga kini dibangku sekolah yang sama. Mereka sudah berpindah kesekolah yang lain. Ada yang sudah harus pensiun dan tidak sedikit yang almarhum.</p>
<p>Pada tanggal 17 Agustus 2009, merupakan hari terakhir Ayah saya mengajar di sekolah. Sejak hari itu ayah sudah resmi pensiun sebagai guru. Saatnya beliau istirahat setelah mendedikasikan diri sebagai guru sejak tahun 1979. Tiga puluh tahun sebagai pendidik dengan segala suka duka yang dialami sebagai seorang guru. Beliau berpisah dengan profesi formalnya disaat perhatian pemerintah kepada kesejahteraan para guru mulai terealisasikan.</p>
<p>Saya begitu bangga dengan profesi Ayah. Terkait profesinya, beliau sudah tak terhitung seringnya meminta kita agar jangan mengikuti jejak mereka. &#8221; Gaji guru kecil, hidup akan susah&#8221;, pesan Ayah disetiap kesempatan.</p>
<p>(Nengah Bargawa, 1979-2009, SGO Singaraja-SPG Klungkung-SMA 3 Klungkung)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=91&subd=komangadi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2009/08/17/guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komangadi.files.wordpress.com/2009/09/kapur-tulis.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kapur tulis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Air</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2009/04/07/air/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2009/04/07/air/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 07:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Komang Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[Bekauh]]></category>
		<category><![CDATA[Besakih]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tangkup]]></category>
		<category><![CDATA[Muncan]]></category>
		<category><![CDATA[Pudet]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Tangkup]]></category>
		<category><![CDATA[Tangkup Anyar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[<img src="http://komangadi.wordpress.com/files/2009/04/water.jpg?w=150" alt="Water" title="Water" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-98" />Hari ini tanggal 7 April 2009. Dua hari menjelang Pemilu saya tandai sebagai hari air. Hari ini, mulai dilakukan pengeboran untuk membuat sumur di rumah adat kami di Desa Tangkup. Selama ini, air bersih diambil ke mata air yang adanya di tepi sungai. Untuk mencapainya kita harus berjalan sekitar satu kilometer. Untuk MCK juga sama, keluarga dan masyarakat yang tinggal di Desa Tangkup Anyar hampir seluruhnya mengandalkan air sungai Telaga Waja untuk aktivitas tersebut. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=88&subd=komangadi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://komangadi.files.wordpress.com/2009/04/water.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Water" title="Water" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-98" />Hari ini tanggal 7 April 2009. Dua hari menjelang Pemilu saya tandai sebagai hari air. Hari ini, mulai dilakukan pengeboran untuk membuat sumur di rumah adat kami di Desa Tangkup. Selama ini, air bersih diambil ke mata air yang adanya di tepi sungai. Untuk mencapainya kita harus berjalan sekitar satu kilometer. Untuk MCK juga sama, keluarga dan masyarakat yang tinggal di Desa Tangkup Anyar hampir seluruhnya mengandalkan air sungai Telaga Waja untuk aktivitas tersebut.</p>
<p>Orang desa termasuk saya menyebut Sungai Telaga Waja sebagai Bekauh. Sebabnya sederhana sekali. Untuk menuju kesungai, dulu jalan satu-satunya adalah ke arah kauh (barat) desa. Setelah ditambahkan imbuhan Be, jadilah kami menyebutnya Bekauh. Sungai Bekauh ini berhulu di Desa Muncan, dekat dengan Besakih. Nama mata airnya Yeh Sah.</p>
<p>Dulu sampai berumur 5 tahun (1982-1983), saya menghabiskan banyak waktu di sungai. Mandi, mencari ikan atau sekedar main kapal-kapalan di Bekauh. Bekauh dulu dibanding sekarang telah banyak berubah. Dulu untuk mencapai sungai, kita mesti berjalan dibebatuan, kini jalanan sudah diaspal dan ada anak tangga bersemen. Dulu sungainya sangat deras, debit airnya besar, kini debit airnya telah jauh mengecil. Penebangan pohon besar-besaran berkurang jelas sekali telah membuat debit air kian hari kian menyusut. Dulu Bekauh belum dilintasi oleh perahu-perahu arung jeram, kini sepanjang sungai Telaga Waja telah dikapling-kapling oleh 4 perusahaan rafting.</p>
<p>Dari dulu, pemerintah menjanjikan akan ada air bersih masuk ke dalam rumah di Desa Tangkup. Janji itu saking seringnya diucapkan berulang-ulang, telah menjadi semacam legenda. Masyarakat tetap menunggu dengan sabar air bersih yang dijanjikan tersebut. Sembari menunggu dengan harap, masyarakat tetap dengan rutinitas MCK ke Bekauh.</p>
<p>Air yang melimpah ternyata belum tentu mudah dinikmat oleh warga Desa Tangkup. Sungai Telaga Waja adalah sungai terbesar di Bali. White water, sangat bening. Kalau pemerintah mau, sebenarnya air dengan mudah dapat dialirkan kedesa-desa sekitar sungai termasuk Desa Tangkup Anyar.<br />
Sudahlah, tidak usah kita perpanjang. Mungkin pemerintah lagi sibuk.</p>
<p>Sampai pada hari ini, kami keluarga Pudet membuat sumur bor. Bukan karena kami tidak percaya dengan pemerintah. Bukan juga karena kami tidak suka lagi untuk mandi ke Bekauh. Jaman telah berubah, generasi baru juga telah lahir. Generasi baru yang terlahir di kota sudah tidak bisa kompromi untuk  mandi beramai-ramai disungai. Tamu-tamu dari kota yang menginap di desa juga pasti sulit diajak mengerti untuk MCK ke Bekauh.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=88&subd=komangadi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2009/04/07/air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komangadi.files.wordpress.com/2009/04/water.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Water</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antar Jemput</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2009/04/04/antar-jemput/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2009/04/04/antar-jemput/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 03:05:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Komang Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[antar jemput]]></category>
		<category><![CDATA[gate]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Antar jemput ini telah menjadi tradisi kami. Mengantar atapun menjemput orang-orang yang dicintai kala kedatangan dan keberangkatan menuju kota lain merupakan kebahagiaan tersendiri. Demikian pula halnya kalau diantar dan dijemput. Saat perjalanan menuju Bandara Ngurah Rai, terlintas dalam pikiran saya satu pertanyaan: "Jika hidup kita adalah sebuah perjalanan, siapakah yang antar jemput saya saat terlahir dan mati nanti?"<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=86&subd=komangadi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Nyepi adalah waktunya pulang ke Bali. Sudah jadi pakem dan kerinduan untuk Nyepi di Bali. Selalu menyenangkan saat mesti berangkat ke Airport Soekarno Hatta untuk menuju ke Bali. Perasaan girang akan berkumpul dengan orang-orang yang dicintai mengalahkan lelahnya menembus traffic Jakarta di sore hari.</p>
<p>Menuju Airport juga merupakan momen-momen perpisahan. Disaat saat seperti ini ada juga perasaan sedih. Harus meninggalkan orang yang kita cintai disatu tempat, walaupun akan bertemu lagi dengan orang-orang yang kita cintai ditempat lain. Di Bali, untuk kepulangan Nyepi kali ini saya dijemput oleh kakak yang telah mendahului datang ke Bali untuk Nyepi. Dia sehari harinya berdomisili di Perth. Setelah Nyepi dan harus kembali ke Jakarta, orang tua mengntarkan sampai gate Ngurah Rai, waktunya harus berpisah dengan mereka untuk kembali lagi melanjutkan rutinitas di Jakarta.</p>
<p>Antar jemput ini telah menjadi tradisi kami. Mengantar atapun menjemput orang-orang yang dicintai kala kedatangan dan keberangkatan menuju kota lain merupakan kebahagiaan tersendiri. Demikian pula halnya kalau diantar dan dijemput. Saat perjalanan menuju Bandara Ngurah Rai, terlintas dalam pikiran saya satu pertanyaan: &#8220;Jika hidup kita adalah sebuah perjalanan, siapakah yang antar jemput saya saat terlahir dan mati nanti?&#8221;</p>
<p>Apakah roh kita juga diantar oleh roh roh yang mencintai kita untuk dilepaskan menuju kelahiran di dunia?<br />
Apakah kita juga akan dijemput oleh mereka mereka yang kita cintai saat nanti waktu kita di dunia sudah habis?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=86&subd=komangadi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2009/04/04/antar-jemput/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pilih Caleg Yang Ramah Lingkungan</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2009/01/19/pilih-caleg-yang-ramah-lingkungan/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2009/01/19/pilih-caleg-yang-ramah-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 04:12:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Komang Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[baliho]]></category>
		<category><![CDATA[caleg ramah lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[caleg. legislatif]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/2009/01/19/pilih-caleg-yang-ramah-lingkungan/</guid>
		<description><![CDATA[<img src="http://komangadi.wordpress.com/files/2009/01/gedung-mpr.jpg" alt="Gedung MPR" title="Gedung MPR" width="130" height="87" class="alignleft size-full wp-image-100" />Saat ini, seluruh area strategis di Bali telah dijejali dengan gambar diri para  calon anggota legislatif (Caleg). Banyaknya partai, mengakibatkan banyak caleg, banyak caleg berarti banyak baliho. Barisan poster ukuran raksasa ini membuat pandangan mata sepanjang perjalanan saya dari airport Ngurah Rai ke rumah di Klungkung menjadi sumpek.
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=82&subd=komangadi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://komangadi.files.wordpress.com/2009/01/gedung-mpr.jpg?w=130&#038;h=87" alt="Gedung MPR" title="Gedung MPR" width="130" height="87" class="alignleft size-full wp-image-100" />Saat ini, seluruh area strategis di Bali telah dijejali dengan gambar diri para  calon anggota legislatif (Caleg). Banyaknya partai, mengakibatkan banyak caleg, banyak caleg berarti banyak baliho. Barisan poster ukuran raksasa ini membuat pandangan mata sepanjang perjalanan saya dari airport Ngurah Rai ke rumah di Klungkung menjadi sumpek.</p>
<p>Aneka warna, ukuran, pose dan kostum ditampilkan kepada publik. Di Bali rata-rata para caleg akan berpose dengan pakaian adat Bali. Berpakaian adat dianggap merupakan jualan paten untuk bisa dipilih oleh orang-orang Bali. Ada juga yang cukup mengejutkan dengan memakai pakaian pertunjukan sendratari. Diselidiki lebih detail ternyata caleg ini adalah seorang pemain drama gong (teater tradisional Bali)  yang cukup terkenal di jaman dulu. Pose panganjali, dengan kedua tangan dipertemukan didepan dada menjadi favorit. Semuanya berusaha menampilkan kesan mengayomi, aspiratif, cerdas dan tak lupa jujur bebas korupsi. Sebuah baliho caleg di perempatan Pantai Sanur cukup membuat saya tersenyum geli. Lagaknya seorang foto model, seorang caleg wanita berpose sambil menoleh genit kearah belakang. Susah kita membedakan antara niatan mau jadi calon legislatif atau mau ikut kontes putri Indonesia.</p>
<p>Jejalan baliho ini telah membuat pemandangan kota jadi semrawut. Kesan semrawut makin bertambah dengan pola pemasangan yang sembarangan. Ukuran baliho yang tidak standar menyebabkan munculnya kesan tumpang tindih. Kebanyakan baliho dipasang dengan bantuan bambu, sehingga ketika tertiup angin kencang besar kemungkinan bisa roboh. Baliho yang telah reot seperti ini tidak ada yang mengurus sehingga membuat penampilan kota makin kusut. Ada juga memang promosi caleg yang cukup elegan. Dipasang dimedia iklan outdoor. Desain, warna dan keseluruhan tampilan sangat elegan. Terlihat kalau caleg yang satu ini bermodal besar untuk promomsi diri. Sayang hanya satu caleg dari ratusan yang bisa tampil elegan seperti ini, sisanya semua <em>all out</em> asal muncul.</p>
<p>Dengan rentang waktu untuk pemilihan yang masih panjang sampai bulan April, mau tidak mau kita harus bersabar terhadap pemandangan poster  yang berjejal merusak pemandangan kota. Tak terbayang, bagaimana semrawutnya kota akibat pesta pemilihan umum dibulan Maret dan April. Atas kondisi ini pemerintah daerah harusnya lebih antisipatif dengan perda. Sebagai kota pariwisata, keindahan lingkungan kota merupakan sebuah keharusan. Sebagai masyarat kita sepertinya harus bersabar sampai musim pilih memilih berakhir, sambil terus memantapkan pilihan kepada caleg yang tidak merusak pemandangan kota. Mari pilih caleg yang ramah lingkungan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=82&subd=komangadi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2009/01/19/pilih-caleg-yang-ramah-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komangadi.files.wordpress.com/2009/01/gedung-mpr.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gedung MPR</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arti Kehadiran SBY</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2008/08/08/arti-kehadiran-sby/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2008/08/08/arti-kehadiran-sby/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 09:47:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Komang Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[non profit]]></category>
		<category><![CDATA[Dharma Dana]]></category>
		<category><![CDATA[Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Parisada]]></category>
		<category><![CDATA[Pesamuan Agung]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Utsawa Dharma Gita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[<span style="font-family:Verdana;"><a href="http://photos-a.ak.facebook.com/photos-ak-sf2p/v310/38/13/1312285489/t1312285489_68352_1452.jpg"></a><a href="http://photos-a.ak.facebook.com/photos-ak-sf2p/v310/38/13/1312285489/s1312285489_68352_1452.jpg"><img class="alignleft" src="http://photos-a.ak.facebook.com/photos-ak-sf2p/v310/38/13/1312285489/s1312285489_68352_1452.jpg" alt="" width="130" height="97" /></a>Hari Jumat 1 Agustus 2008, saya mengunjungi kota Kendari untuk kali kedua. Sampai tanggal 3 Agustus akan berlangsung Pesamuan Agung yang dirangkai dengan acara Utsawa Dharma Gita Nasional sampai tanggal 8 Agustus. Pesamuan Agung merupakan rapat tahunan pimpinan organisasi Parisada termasuk para Pendata Hindu yang terhimpun dalam Sabha Pandita. Sedangkan Utsawa Dharma Gita semacam MTQ nya Hindu dengan penekanan pada nyanyian sloka-sloka Hindu. </span>
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=73&subd=komangadi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Verdana;"><a href="http://photos-a.ak.facebook.com/photos-ak-sf2p/v310/38/13/1312285489/t1312285489_68352_1452.jpg"></a><a href="http://photos-a.ak.facebook.com/photos-ak-sf2p/v310/38/13/1312285489/s1312285489_68352_1452.jpg"><img class="alignleft" src="http://photos-a.ak.facebook.com/photos-ak-sf2p/v310/38/13/1312285489/s1312285489_68352_1452.jpg" alt="" width="130" height="97" /></a>Hari Jumat 1 Agustus 2008, saya mengunjungi kota Kendari untuk kali kedua. Sampai tanggal 3 Agustus akan berlangsung Pesamuan Agung yang dirangkai dengan acara Utsawa Dharma Gita Nasional sampai tanggal 8 Agustus. Pesamuan Agung merupakan rapat tahunan pimpinan organisasi Parisada termasuk para Pendata Hindu yang terhimpun dalam Sabha Pandita. Sedangkan Utsawa Dharma Gita semacam MTQ nya Hindu dengan penekanan pada nyanyian sloka-sloka Hindu. </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Kota Kendari terlihat berbenah untuk menyambut acara ini. Mulai dari penyambutan di Airport sepanjang jalan sampai ke penginapan terlihat semarak. Baliho dalam ukuran raksasa juga telah dipasang di titik strategis. Sebagian besar isi Baliho adalah memberi ucapan selamat datang bagi para tamu dari seluruh provinsi serta sambutan bagi kehadiran Bapak Presiden dan Ibu yang rencananya membuka acara. </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Kehadiran Presiden sungguh ditunggu-tunggu. Warga Hindu Kendari yang merupakan populasi nomor dua telah siap untuk dikerahkan memadati arena acara pembukaan. Koordinator tim pengerahan masa ditargetkan untuk bisa menghadirkan 10.000 masa. Ditambah lagi 15.000 masa yang dikerahkan dari perangkat pemerintahan mulai tingkat propinsi sampai kelurahan, organisasi kemasyarakatan, profesi serta masyarakat Kendari. Para kontingen dari seluruh provinsi disamping memiliki gairah untuk berlomba juga memendam gairah untuk bertemu Presiden. </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Demi mengakomodir kesibukan Presiden, acara pembukaan oleh Presiden yang sebelumnya telah diseting tanggal 26 Juli harus dimundurkan sampai tanggal 4 Agustus. Pelaksanaan Pesamuan Agung Parisada mendahului pada tanggal 1 Agustus. Kepanikan akan kemunduran waktu pelaksanaan ini sempat melanda hampir seluruh kontingen karena mereka telah booking tiket sejak jauh hari. Tentunya agar dapat tiket penerbangan promo. Ada yang berhasil, tapi lebih banyak yang  harus kena tambahan biaya. Ditengah dukungan pendanaan yang sangat minim, additional charge yang mereka terima merupakan sebuah pukulan. Dikali dengan jumlah kontingan yang mencapai puluhan, ketua kontingan pastilah harus bekerja ekstra keras untuk menggalang dana tambahan. </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Sebelumnya, saat di  ruang tunggu keberangkatan pesawat Bandara Soekarno Hatta saya sempat berjumpa dengan Ketua Parisada. Rupanya kita satu pesawat menuju Kendari. Dari beliau saya sebenarnya sudah dapat informasi kalau disinyalir Presiden tidak bisa hadir. Ketika mendarat di Kendari,  melihat tebaran Baliho bergambar Bapak SBY dan Ibu Anik dengan untaian ucapan sambutan membuat saya agak miris. Dalam hati berdoa semoga masih ada keajaiban sehingga Presiden hadir. Seorang ketua kontingen dari Kalimantan yang saya ajak ngobrol berkeluh kesah, anak-anak yang dia bawa belum tahu kalau Presiden tidak hadir. Dia sendiri takut menyampaikan dan takut membuat kecewa akan kenyataan bahwa Presiden sudah pasti tidak akan hadir untuk membuka acara. </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Kehadiran Presiden sungguh merupakan magnet bagi banyak orang terutama putra-putri daerah. Melihat Presiden merupakan obsesi serta menjadi kebanggaan tersendiri. Bagi Kendari, provinsi yang belum tersentuh direct flight  kehadiran Presiden sudah pasti merupakan peristiwa khusus.<br />
Mudah-mudahan masyarakat Kendari tidak kapok memakai momen Utsawa Dharma Gita  dan Pesamuan Agung untuk menarik perhatian Nasional, tepatnya perhatian Presiden. </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Hari ini, tanggal 08 08 08, saya mendapat kesempatan bertemu dengan Presiden SBY sebagai perwakilan Badan Dharma Dana Nasional Parisada. Presiden mengundang umat Hindu khususnya para panitia program Utsawa Dharma Gita  dan Parisada untuk bertatap muka. Presiden ingin menebus momen ketidakhadiran Beliau di Kendari dengan acara tatap muka ini.<br />
Buat saya  yang berdomisili di Jakarta, bertemu Presiden mungkin bukan lagi sebuah obsesi paripurna. Tapi bagi mereka yang datang jauh-jauh dari berbagai provinsi di Indonesia dan telah berkumpul di Kendari, menatap langsung  wajah Presiden SBY merupakan harapan yang akan dikenang sampai jauh hari.<br />
</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/komangadi.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/komangadi.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=73&subd=komangadi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2008/08/08/arti-kehadiran-sby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-a.ak.facebook.com/photos-ak-sf2p/v310/38/13/1312285489/s1312285489_68352_1452.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Konsistensi dalam Mengelola Organisasi Non Profit</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2008/07/25/mengelola-organisasi-non-profit/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2008/07/25/mengelola-organisasi-non-profit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 06:49:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Komang Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[non profit]]></category>
		<category><![CDATA[KNPI]]></category>
		<category><![CDATA[konsistensi]]></category>
		<category><![CDATA[niralaba]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi non profit]]></category>
		<category><![CDATA[Parisada]]></category>
		<category><![CDATA[Peradah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://photos-b.ak.facebook.com/photos-ak-snc1/v261/38/13/1312285489/t1312285489_61929_6413.jpg"><img class="alignleft" src="http://photos-b.ak.facebook.com/photos-ak-snc1/v261/38/13/1312285489/t1312285489_61929_6413.jpg" alt="" width="75" height="101" /></a>Saya jadikan konsistensi sebagai catatan khusus dalam mengelola organisasi non profit karena 3 alasan. Pertama karena sikap tidak konsisten adalah perusak dahsyat bagi karakter organisasi. Kedua, konsistensi dapat dijadikan tolak ukur bagi kesuksesan pemimpin. Alasan ketiga adalah karakter tidak konsisten ternyata telah menjadi budaya di hampir seluruh organisasi non profit di Indonesia.
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=64&subd=komangadi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://photos-b.ak.facebook.com/photos-ak-snc1/v261/38/13/1312285489/t1312285489_61929_6413.jpg"><img class="alignleft" src="http://photos-b.ak.facebook.com/photos-ak-snc1/v261/38/13/1312285489/t1312285489_61929_6413.jpg" alt="" width="75" height="101" /></a>Saya jadikan konsistensi sebagai catatan khusus dalam mengelola organisasi non profit karena 3 alasan. Pertama karena sikap tidak konsisten adalah perusak dahsyat bagi karakter organisasi. Kedua, konsistensi dapat dijadikan tolak ukur bagi kesuksesan pemimpin. Alasan ketiga adalah karakter tidak konsisten ternyata telah menjadi budaya di hampir seluruh organisasi non profit di Indonesia.</p>
<p>Tahun 2003, saya menjadi pengurus Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) sebagai ketua Organisasi dan Kaderisasi. Saya dilantik bersama 30 pengurus yang lain di Bandar Lampung. Tiga tahun selanjutnya merupakan drama ketidakkonsistenan dari para pengurus. Satu demi satu para pengurus menghilang. Dari seluruh pengurus yang dilantik, yang bisa bertahan sampai masa kepengurusan berakhir tidak lebih 10 orang. Tahun 2005 saya terlibat dalam sebagai salah satu ketua di DPP KNPI. Lakonnya berbeda, alur ceritanya kurang lebih sama. Kali ini jumlah pengurus sangat dahsyat, lebih dari duaratus orang. Setelah hampir 3 tahun berjalan, jumlah pengurus yang hadir dalam rapat pleno sampai saat ini seringkali tidak lebih dari 30 orang.</p>
<p>Pengalaman di dua oraganisasi non profit selama kurun waktu 5 tahun tersebut memberi saya pemahaman bahwa sikap tidak konsisten adalah perusak  dahsyat tatanan organisasi. Sikap ini merusak modal dari berjalannya organisasi non profit yaitu semangat. Sebagai catatan, dalam melakukan pemilihan pengurus haruslah selektif. Pengurus organisasi mesti mereka-mereka yang memiliki konsistensi semangat. Mereka biasanya person-person yang telah mengerti manfaat berorganisasi. Sembarang rekrut demi memenuhi kuantitas adalah kesalahan fatal.</p>
<p>Pemacu konsistensi anggota adalah konsistensi dari para pemimpinnya. Dalam dimensi yang lebih luas, konsistensi yang dituntut dari seorang pemimpin bukan hanya terkait sikap, tapi juga karakter pribadi dan pengamalan nilai-nilai organisasi. Saat ini saya menikmati aktif di Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) karena merasakan konsistensi dari sikap pemimpin. Teguh mempertahankan karakter dan nilai-nilai organisasi serta konsisten bekerja dalam tim. Jumlah anggota tim  kerja organisasi ini cukup kecil. Bahkan tim ini merupakan tim paling kecil dari organisasi atau kepanitian yang pernah saya ikuti.  Catatan saya adalah konsistensi  segala dimensi pemimpin akan memicu semangat anggota untuk bekerja. Bagi para volunteer organisasi nonprofit, reward finansial pasti tidak mungkin. Untuk itu pemimpin dituntut harus bisa konsisten memberikan inspirasi serta motivasi bagi anggotanya.</p>
<p>Saya menyatakan sikap tidak konsisten telah menjadi budaya di banyak organisasi nonprofit di Indonesia. Kenapa saya sebut telah membudaya, karena ketidakkonsistenan telah terjadi dimana-mana. Sikap tidak konsisten bukan hanya masalah partisipasi anggota, telah juga menjalar terhadap implementasi program, pertanggungjawaban program serta fokus gerakan. Sangat sukar saat ini kita menemukan minutes meeting yang dengan konsisten dijalankan oleh para PIC seperti halnya dalam organisasi</p>
<p>profit. Program-program dalam rapat kerja seringkali dibuat dengan mimpi-mimpi yang begitu tinggi tapi tak membumi. Tolak ukur tidak jelas serta implementasi tidak secara konsisten dikawal oleh para punggawa organisasi. Celakanya, hal ini terjadi hampir diseluruh organisasi non profit yang saya ikuti. Ironis memang. Ditengah kemerosotan ini, beberapa organisasi saya lihat telah banyak berbenah. Mereka berusaha untuk berbenah menjadi organisasi moderen. Untuk mencegah menjalarnya budaya ketidakkonsistenan, transformasi organisasi adalah kebutuhan yang mendesak. </p>
<p>Menurut saya,  &#8221; Sukses adalah gabungan antara kecemerlangan ide dan sikap  konsisten&#8221;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/komangadi.wordpress.com/64/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/komangadi.wordpress.com/64/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=64&subd=komangadi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2008/07/25/mengelola-organisasi-non-profit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-b.ak.facebook.com/photos-ak-snc1/v261/38/13/1312285489/t1312285489_61929_6413.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PEMILIHAN KETUA IKASTARA</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2008/06/18/pemilihan-ketua-ikastara/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2008/06/18/pemilihan-ketua-ikastara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 08:29:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Komang Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ikastara]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Taruna Nusantara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[<img class="alignleft" style="float:left;" src="http://photos-b.ak.facebook.com/photos-ak-sf2p/v257/38/13/1312285489/s1312285489_29497_8002.jpg" alt="" width="130" height="86" />Sebulan ini saya asik "berpesta" dalam kampanye pemilihan Ketua Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara). Official forum  di ikastara.org,  atau mailing list alumni adalah wadahnya pesta opini. Sedangkan pusatnya nya pesta, baru akan berlangsung tanggal 28 Juni di Salemba, Jakarta.
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=57&subd=komangadi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://photos-b.ak.facebook.com/photos-ak-sf2p/v257/38/13/1312285489/s1312285489_29497_8002.jpg" alt="" width="130" height="86" />Sebulan ini saya asik &#8220;berpesta&#8221; dalam kampanye pemilihan Ketua Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara). Official forum  di ikastara.org,  atau mailing list alumni adalah wadahnya pesta opini. Sedangkan pusatnya nya pesta, baru akan berlangsung tanggal 28 Juni di Salemba, Jakarta.</p>
<p>Beberapa kawan alumni bertanya, &#8220;kok heboh banget sih dengan Ikastara? Pasti ada kepentingan ya?&#8221; .<br />
Saya justru balik bertanya, &#8220;Emang salah ya kalau ada kepentingan ?&#8221;</p>
<p>Kepentingan saya memang cukup besar terhadap Ikastara sehingga merasa wajib memberi perhatian. Bagi saya dan beberapa rekan yang  lagi bareng &#8220;berpesta&#8221;, Ikastara adalah rumah. Namanya rumah, sudah semestinya dong bagus, indah dan bisa menghangatkan keluarga. Demikian pula Ikastara, merupakan rumah dimana saya ingin bisa berkumpul dengan keluarga dalam suasana yang nyaman dan saling membangun.</p>
<p>Melalui pemilihan ketua Ikastara 2008-2011, saya punya  harapan akan terpilihnya ketua baru yang bisa membangun &#8220;rumah ini&#8221; sebaik mungkin. Ikastara dengan jumlah alumni yang sudah lebih dari 4000 orang merupakan sebuah potensi yang sangat besar. Para alumni telah tersebar diberbagi tempat. Mulai dari TNI, Polisi, profesional swasta, pegawai negeri, pengusaha sampai dengan penulis novel. Dengan range usia 33 tahun sampai alumni termuda 18 tahun. 10  tahun lagi, diharapkan yang di TNI sudah akan ada berpangkat kolonel dan dikomunitas sipil sudah mulai memegang posisi middle to top level management.</p>
<p>Untuk menjawab tantangan dalam menggerakkan potensi SDM ini, Ikastara membutuhkan figur pemimpin dengan kemampuan leadership yang kuat. Didukung oleh tim yang berdedikasi dan mampu bekerja kreatif dan taktis. Tentunya tanpa mengesampingkan kemapanan dari sisi aspek pendanaan sebagai darahnya organisasi.</p>
<p>Mari berpesta !!<br />
 </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/komangadi.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/komangadi.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&blog=2020181&post=57&subd=komangadi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2008/06/18/pemilihan-ketua-ikastara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-b.ak.facebook.com/photos-ak-sf2p/v257/38/13/1312285489/s1312285489_29497_8002.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>