<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Komang Adi Setiawan</title>
	<atom:link href="http://komangadi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://komangadi.wordpress.com</link>
	<description>Entrepreneur, management and nonprofit organization</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 10:53:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='komangadi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Komang Adi Setiawan</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://komangadi.wordpress.com/osd.xml" title="Komang Adi Setiawan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://komangadi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cabang Koperasi Sinergi Nusantara Pertama</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2012/01/19/cabang-koperasi-sinergi-nusantara-pertama-2/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2012/01/19/cabang-koperasi-sinergi-nusantara-pertama-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 08:56:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LKPP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Setelah setahun resmi berdiri, Koperasi Sinergi Nusantara (KSN) sebagai wujud program gerakan ekonomi Peradah telah memberanikan diri membuka cabang pertama. Cabang pertama ini dibuka di Singaraja Bali. Kerja keras para pengurus KSN pusat dan Nyoman Suparna sebagai penggerak KSN Singaraja menjadkan misi strategis ini terwujud.

Berita saya kutip dari portal bisnis.com

http://www.bisnis.com/articles/koperasi-sinergi-nusantara-jakarta-gandeng-wirausahawan-singaraja-2

 Koperasi 
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=180&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah setahun resmi berdiri, Koperasi Sinergi Nusantara (KSN) sebagai wujud program gerakan ekonomi Peradah telah memberanikan diri membuka cabang pertama. Cabang pertama ini dibuka di Singaraja Bali. Kerja keras para pengurus KSN pusat dan Nyoman Suparna sebagai penggerak KSN Singaraja menjadkan misi strategis ini terwujud.</p>
<p>Berita saya kutip dari portal bisnis.com</p>
<p><a href="http://www.bisnis.com/articles/koperasi-sinergi-nusantara-jakarta-gandeng-wirausahawan-singaraja-2">http://www.bisnis.com/articles/koperasi-sinergi-nusantara-jakarta-gandeng-wirausahawan-singaraja-2</a></p>
<p> <strong>Koperasi Sinergi Nusantara Jakarta Gandeng Wirausahawan Singaraja</strong><br />
Oleh Mulia Ginting Munthe<br />
Senin, 16 Januari 2012 | 20:05 WIB</p>
<p>JAKARTA: Koperasi Sinergi Nusantara Jakarta menggandeng wirausahawan lokal Singaraja sebagai mitra melaksanakan pemberdayaan ekonomi masyarakat Singaraja dan Bali pada umumnya.</p>
<p>Wayan Sudane, Ketua Koperasi Sinergi Nusantara (KSN) Singaraja, Bali, menjelaskan pihaknya menggandeng wirausahawan lokal untuk lebih mengoptimalkan pelayanan koperasi kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).</p>
<p>”Melalui pola ini kami mengharapkan mereka bisa menularkan keberhasilannya kepada calon wirausahawan muda lainnya di Bali secara umum,” ujarnya kepada Bisnis, Senin, 16 Januari 2012.</p>
<p>Adapun pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat yang menjadi fokus utama KSN Singaraja di sektor riil di antaranya peternakan, pertanian hingga properti, dan paling potensial menghasilkan nilai tambah.</p>
<p>KSN pada awal 2012 melebarkan bisnisnya ke Dusun Bale Agung, Desa Kerobokan, Singaraja Bali, karena potensi ekonomi dan kewirausahaan diwilayah itu masih luas untuk diberdayakan.</p>
<p>Oleh karena itu ke depan KSN Singaraja akan lebih fokus pada layanan unit simpan pinjam, termasuk melalui Program Pembiayaan Mitra Binaan Nusantara (PNBM).<br />
 <br />
Fokus ini dilakukan seiring program pemerintah mengembangkan koperasi dan kewirausahaan di seluruh Indonesia. Saat ini program PMBN KSN menjadi  progam unggulan masyarakat pedesaan yang memiliki potensi besar namun kesulitan permodalan.<br />
 <br />
Sebagai langkah awal, KSN bermitra dengan Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) menyalurkan dana pembiayan modal usaha. Mulai Desember 2010 PMBN KSN berhasil menyalurkan pembiayaan kepada sembilan kelompok usaha di empat kabupaten dan provinsi, a.l. Lampung, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.(bas)<br />
 <br />
Pembiayaan yang diberikan bervariasi mulai Rp1 juta hingga Rp10 juta (skala mikro) di bidang usaha peternakan, perkebunan, perdagang hingga jasa bengkel. Sedangkan total modal yang digulirkan mencapai Rp40 juta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga Desember 2011, KSN telah menggulirkan Rp100 juta untuk modal kerja, dan tingkat kegagalan pengembalian atau non performing loan (NPL) dibawah 1%. Jumlah usaha binaannya sebanyak 20 mitra.(bas)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komangadi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komangadi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komangadi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komangadi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=180&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2012/01/19/cabang-koperasi-sinergi-nusantara-pertama-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Mahasabha X Parisada</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2012/01/19/jumlah-sabha-pandita-yang/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2012/01/19/jumlah-sabha-pandita-yang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 08:07:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LKPP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peradah]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasabha X]]></category>
		<category><![CDATA[Parisada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/2012/01/19/jumlah-sabha-pandita-yang/</guid>
		<description><![CDATA[Jumlah Sabha Pandita yang hadir dalam Mahasabha X tidak cukup untuk dikatakan merepresentasikan keterwakilan daerah dan kelompok. Pandita yang hadir sebanyak 40 an orang, tidak sampai 5 persen dari keseluruhan peserta Mahasabha X. Jika Parisada merupakan majelisnya para pandita, sudah seharusnya kehadiran Pandita lebih banyak lagi. Paling tidak bisa mencapai minimal 25% dari jumlah peserta Mahasabha.Karena minimnya representasi Pandita, forum Mahasabha X menjadi forum majelis yang bercita rasa ormas. Peran dan kiprah walaka begitu dominan dalam pemberian saran dan keputusan. Tak ayal, dalam persidangan persidangan masih terlihat adu urat yang menjurus kasar dalam penyampaian kata kata.
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=176&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mahasabha X Parisada yang berlangsung di Bali baru saja berlalu. Perhelatan akbar lima  tahunan ini terasa wah. Semarak karena dihadiri oleh lebih dari 700 utusan ditambah dengan tempat penyelenggaraan acara yang cukup prestisius di Grand Bali Beach Bali.</p>
<p>Dari sisi pelaksanaan acara, Mahasabha X Parisada bisa dikatagorikan sukses besar. Rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan semarak. Seluruh delegasi terlihat menikmati proses dan fasilitas pendukung acara. Tempat penginapan peserta Mahasabha yang terpisah di dua tempat, Grand Bali Beach dan Bali Pradise, teratasi dengan manajemen transportasi yang cukup rapi.  Secara keseluruhan bisa dikatakan semua gembira dan patut berterimakasih atas kesuksesan panitia acara Mahasabha X yang dipimpin Gusti Made Oka.</p>
<p>Dari sisi keputusan persidangan, Mahasabha X masih meninggalkan catatan yang perlu dijadikan pedoman bagi pelaksanaan Mahasabha XI. Mahasabha X dalam keputusan-keputusan AD/ART berusaha memperkuat roh Parisada ke Sabha Pandita. Sabha Pandita menjadi titik sentral dalam pengambilan kebijakan Parisada.</p>
<p>Penguatan Sabha Pandita ini pada kenyataannya tidak berbanding lurus dengan implementasi pengambilan keputusan dalam rapat-rapat Sabha Pandita. Dalam pandangan kami, jumlah Sabha Pandita yang hadir dalam Mahasabha X tidak cukup untuk dikatakan merepresentasikan keterwakilan daerah dan kelompok. Pandita yang hadir sebanyak 40 an orang, tidak sampai 5 persen dari keseluruhan peserta Mahasabha X. Jika Parisada merupakan majelisnya para pandita, sudah seharusnya kehadiran Pandita lebih banyak lagi. Paling tidak bisa mencapai minimal 25% dari jumlah peserta Mahasabha.</p>
<p>Karena minimnya representasi Pandita, forum Mahasabha X menjadi forum majelis yang bercita rasa ormas. Peran dan kiprah walaka begitu dominan dalam pemberian saran dan keputusan. Tak ayal, dalam persidangan persidangan masih terlihat adu urat yang menjurus kasar dalam penyampaian kata kata. Hemat kami, pembenahan terhadap catatan pertama ini sudah semestinya dikerjakan sedini mungkin. Porum Pesamuan Agung bisa dijadikan ajang untuk lebih melakukan penguatan representasi Sabha Pandita.</p>
<p>Catatan kedua kami terkait Mahasabha X Parisada adalah dalam pengambilan keputusan terhadap pengurus Sabha Walaka. Dalam AD/ART telah diatur bahwa pengurus Sabha Walaka dipilih oleh para anggota Sabha Walaka. Terpilihnya ketua Sabha Walaka yang terlihat tergesa gesa dengan mengabaikan korum anggota jelas terasa dipaksakan. Kalau merujuk aturan, keputusan ini mesti dianulir dan dilaksanakan pemilihan ulang yang lebih baik. Transparan dalam pelaksanaan dan dihadiri oleh seluruh anggota Sabha Walaka.</p>
<p>Dengan proses pengambilan keputusan di Sabha Pandita dan Sabha Walaka dalam Mahasabha X yang kurang memperhatikan kaidah representasi, kami yakini dapat menyebabkan lembaga ini menjadi makin lemah kedepannya . Survei yang telah dilaksanakan oleh Lembaga Kajian dan Penelitian Peradah (LKPP) terkait Parisada menyatakan bahwa hanya 28% dari responden yang mengenal Parisada memiliki organ Sabha Pandita, Sabha Walaka dan Pengurus Harian. Hasil survei ini jelas menunjukkan lemahnya organ organ Parisada bekerja untuk umat Hindu.</p>
<p>Niat baik untuk memperkuat roh Parisada ke tubuh Sabha Pandita menurut kami kedepannya perlu diaplikasikan lebih tegas dan berani. Sabha Pandita seharusnya dapat secara langsung memilih anggota Sabha Walaka dan Pengurus Harian. Pro kontra yang akan terjadi adalah, apakah Sabha Pandita cukup kredibel dan representatif untuk memilih tim kerjanya yang akan membantu melalui organ Sabha Walaka dan Sabha Pandita.</p>
<p>Semoga Mahasabha XI Parisada kian baik dengan menghasilkan keputusan keputusan yang makin berimplikasi nyata bagi perkembangan umat Hindu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komangadi.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komangadi.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komangadi.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komangadi.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=176&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2012/01/19/jumlah-sabha-pandita-yang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>OKP Papan Nama di KNPI</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2011/11/10/okp-papan-nama-di-knpi/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2011/11/10/okp-papan-nama-di-knpi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 04:18:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LKPP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peradah]]></category>
		<category><![CDATA[KNPI]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres KNPI]]></category>
		<category><![CDATA[OKP]]></category>
		<category><![CDATA[Taufan EN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Setelah 3 tahun dibayangi oleh dualisme KNPI, akhirnya kongres KNPI 2011 sepakat untuk menuju KNPI satu. KNPI pimpinan Bung Aziz  dan Bung Doly  telah berhasil melaksanakan satu kongres KNPI.
Tiga tahun Komite Nasional Pemuda Indonesia dibayangi oleh perseturuan antar kubu. Masing masing berusaha memperkuat dukungan basis organisasi. Induknya pecah, pastilah akan diikuti oleh cabang cabang didaerah. Beberapa DPD juga memiliki kepemimpinan ganda. Dualisme di kepemimpinan provinsi inilah yang  jadi momok dalam kongres KNPI yang berlangsung tanggal 24-28 Oktober 2011.

<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=164&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/11/knpi.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-170" title="KNPI" src="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/11/knpi.jpg?w=141&#038;h=142" alt="" width="141" height="142" /></a>Setelah 3 tahun dibayangi oleh dualisme KNPI, akhirnya kongres KNPI 2011 sepakat untuk menuju KNPI satu. KNPI pimpinan Bung Aziz  dan Bung Doly  telah berhasil melaksanakan satu kongres KNPI.</p>
<p>Tiga tahun Komite Nasional Pemuda Indonesia dibayangi oleh perseturuan antar kubu. Masing masing berusaha memperkuat dukungan basis organisasi. Induknya pecah, pastilah akan diikuti oleh cabang cabang didaerah. Beberapa DPD juga memiliki kepemimpinan ganda. Dualisme di kepemimpinan provinsi inilah yang  jadi momok dalam kongres KNPI yang berlangsung tanggal 24-28 Oktober 2011.</p>
<p>Efek perpecahan ternyata  tidak menjalar ke organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) sebagai stakeholder utama KNPI. Mereka semua baik baik saja. Mereka ternyata tahan krisis. Malahan, OKP banyak juga yang dapat benefit dari dualisme KNPI. Istilahnya ada bahan olahan. Kekiri ok kekanan juga ok. OKP yang suka mengolah ini diistilahkan sebagai OKP papan nama. Hanya papan nama organisasi saja yang ada,  nihil  program. Pengurus organisasi orangnya tak pernah ganti. Ciri lainnya dari OKP papan nama adalah stempel dan kop surat selalu ada dalam tas ketua umum.</p>
<p>OKP papan nama yang saat ini  telah menjadi mayoritas adalah masalah terbesar KNPI. Dari jumlah OKP yang berhimpun saat ini sebanyak 104 OKP, tidak lebih dari setengahnya berkatagori jelas. Jelas memiliki infrastruktur organisasi , juga terang benderang dalam pengelolaan organisasi.</p>
<p>Dalam kongres KNPI Sahid, OKP papan nama lincah bergerak. Mereka lagi panen raya. Menguras isi kantong para calon ketua umum KNPI. Mulai dari proses pemberian rekomendasi sampai dengan pemilihan semuanya ada tarifya. Parahnya, rekomendasi tidak hanya diberikan kepada satu kandidat, banyak rekomendasi kandidat yang dobel.</p>
<p>Dengan jumlah calon Ketua Umum yang mencapai 11 orang, 1 suara menjadi sangat berarti untuk meloloskan calon ketum ke putaran selanjutnya. Metoda pemilihan satu OKP dan DPD KNPI satu suara, maka ketum OKP dan ketua DPD menjadi sosok penting. Dikejar kejar untuk diminta rekomendasi dan dukungan. OKP Papan nama banyak yang beri rekomendasi dobel dan janji memilih dengan kompensasi. Momen tiga tahunan yang penuh dengan iming iming dan imbalan inilah yang membuat kondusif lahirnya OKP yang  tidak jelas.</p>
<p>Kongres KNPI Sahid secara aklamasi akhirnya memilih Taufan EN sebagai Ketua Umum KNPI 2011-2014. Selamat untuk Taufan dan pengurus baru. Selamat bekerja. PR besar sudah menanti di depan mata. Menyatukan KNPI di daerah daerah dan menertibkan OKP Papan Nama.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komangadi.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komangadi.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komangadi.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komangadi.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=164&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2011/11/10/okp-papan-nama-di-knpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/11/knpi.jpg?w=148" medium="image">
			<media:title type="html">KNPI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gerakan Ekonomi Peradah di Bromo</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2011/07/29/gerakan-ekonomi-peradah-di-bromo/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2011/07/29/gerakan-ekonomi-peradah-di-bromo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 02:26:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LKPP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peradah]]></category>
		<category><![CDATA[BDDN]]></category>
		<category><![CDATA[Bromo]]></category>
		<category><![CDATA[KSN]]></category>
		<category><![CDATA[Parisada]]></category>
		<category><![CDATA[Tengger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Gerakan membangun kemandirian ekonomi pemuda telah ditetapkan menjadi program prioritas DPN Peradah Indonesia masa bakti 2009-2012.  Gerakan ekonomi menjadi pusat perhatian mengingat anggota Peradah berada pada rentang usia produktif 18-40 tahun. Gerakan dimulai dengan mendirikan koperasi primer nasional Peradah. Kami sepakat untuk memberi nama  Koperasi Sinergi Nusantara (KSN).
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=159&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/07/melihat-dari-dekat-pembibitan-kentang-di-bromo.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-162" title="Melihat dari dekat pembibitan kentang di Bromo" src="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/07/melihat-dari-dekat-pembibitan-kentang-di-bromo.jpg?w=100&#038;h=150" alt="" width="100" height="150" /></a>Gerakan membangun kemandirian ekonomi pemuda telah ditetapkan menjadi program prioritas DPN Peradah Indonesia masa bakti 2009-2012.  Gerakan ekonomi menjadi pusat perhatian mengingat anggota Peradah berada pada rentang usia produktif 18-40 tahun. Gerakan dimulai dengan mendirikan koperasi primer nasional Peradah. Kami sepakat untuk memberi nama  Koperasi Sinergi Nusantara (KSN).</p>
<p>Gerakan ekanomi Peradah kami mulai sebarkan ke berbagai daerah. Bromo merupakan salah satu  yang menjadi daerah percontohan gerakan ini. Virus kemandirian ekonomi kami tularkan melalui program pembiayaan dan pelatihan UMKM di Bromo. Program ini merupakan satu rangkain,  yang diawali dengan pemberian paket pembiayaan kepada empat usaha mikro di desa Ngadiwono,  Bromo. Setelah paket pembiayaan digulirkan, kami melakukan pengawasan dan pembinaan kepada UKM mitra binaan. Untuk itu, DPN Peradah bersama Peradah Jawa Timur dan Peradah Kabupaten Pasuruan melaksanakan kegiatan bersama pelatihan UMKM  di Bromo pada tanggal 14-15 Mei 2011.</p>
<p>Perjalan ini menjadi yang pertama bagi saya ke Bromo. Setelah sekian lama tertunda, akhirnya keinginan untuk bisa mengunjungi Bromo tercapai juga. Bulan Desember 2010, saat Lokasabha Peradah Jawa Timur di Banyuwangi, saya diundang untuk mengunjungi Bromo oleh Ketua Peradah Pasuruan, Parji dan Sekretaris, Singgih. Penampilan mereka impresif dengan seragam serba hitam serta model ikat kepala unik. Dibilang blangkon bukan, udeng juga bukan. Lebih tepat kombinasi atara udeng dan blangkon. Dari obrolan di bulan Desember tersebut, saya mendapatkan masukan bahwa para pemuda di Bromo memerlukan gerakan kongkrit Peradah di bidang ekonomi di sana.</p>
<p>Rombonga Peradah dari Jakarta berkumpul dengan rombongan dari Jawa Timur di Pura Juanda Surabaya. Dari Jakarta, rombongan DPN Peradah mendarat dengan Lion Air pada pukul 11 siang. Kami dijemput oleh Mas Agus Wijaya mantan Ketua DPP Peradah Jawa Timur, bersama dengan Made Dwiatmika dan Ketut Widya. Ternyata Pura Juanda tidaklah jauh dari airport. Sepuluh menit perjalanan,  kami telah sampai di lokasi pura. Setelah sembahyang bersama dan makan siang, kami baru melanjutkan perjalan menuju Ngadiwono, Kabupaten Pasuruan. Total jumlah rombongan yang bertolak menuju sebanyak  21 orang.<br />
Perjalanan  dari Pura Juanda desa Ngadiwono kami tempuh kira kira selama 4 jam.  Hari telah gelap ketika kami sampai di Desa Ngadiwono. Nyala lamu dari rumah yang bersusun mengikuti kontur pegunungan menyajikan pemandangan yang indah untuk kami nikmati. Dingin udara pegunungan Bromo terasa menusuk begitu kami menginjakkan kaki di desa Ngadiwono. Menurut Siggih,  suhu udara malam tersebut belum seberapa dingin, dimusim kemarau, suhu udara jauh lebih dingin, ditambah angin gunung yang bertiup juga cukup kencang.</p>
<p>Dinginnya udara ternyata tidak menyurutkan para pemuda Tengger untuk berkumpul. Kami semua berkumpul di aula Pura Tunggul Adi Sari yang cukup untuk menampung kami semua yang berjumlah 70 an orang. Pura Tunggul Adi Sari berada di tengah perumahan penduduk. Posisinya di kontur ketinggian membuat Pura terlihat paling menonjol diantara bangunan yang lain. Suasana asri dengan sentuhan arsitektur jawa begitu kuat. Ketua Parisada Pasuruan , Made Suwitra, Pembimas Hindu, Drs Irawan dan Mangku Keto ikut hadir menyambut kami. Pak Made Suwitra adalah juga seorang guru agama. Sudah hampir tiga dekade beliau menetap di Bromo. Saya tidak menangkap logat Bali dari tutur kata beliau tersisa. Sudah jawa tulen. Beliau menyambut kami dengan hangat. Suasana kekeluargaan dengan cepat terbangun diantara kami semua.</p>
<p>Setelah acara ramah tamah, pukul 20 kegiatan pelatihan UMKM dan Koperasi bagi para pemuda dimulai. Acara ini dipandu oleh pengurus Koperasi Sinergi Nusantara  yang terdiri dari: Wayan Sudane, RAB Gandhi, Putu Adi Saputra dan Astri Anggreini. Materi yang disampaikan adalah seputar koperasi, metoda pembuatan proposal bisni sederhana dan simpan pinjam.  Pelatihan berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan dan masukan memperkaya diskusi yang berlangsung.</p>
<p>Dalam diskusi, terungkap  kekhawatiran akan tidak adanya lembaga ekonomi yang dimiliki umat Hindu di Pasuruan. Pesatnya perkembangan Credit Union Sawiran  di Pasuruan yang berkembang dari Rumah Retret Sawiran  merupakan tantangan positif bagi umat Hindu desa Ngadiwono dan sekitarnya yang 90% beragama Hindu. Potensi ekonomi yang besar di Ngadiwono, Notorejo dan Ngadisari harusnya bisa dimanfaatkan oleh lembaga ekonomi Hindu dengan mengambil bentuk koperasi. Potensi bagi pengembangan koperasi di ketiga desa tersebut  cukuplah besar. Dari observasi dan diskusi yang kami lakukan, koperasi disini akan bisa berkembang kalau fokus bergerak dibidang pertanian. Termasuk juga usaha simpan pinjam untuk pembiayaan modal kerja pertanian.</p>
<p>Pertemuan yang berlangsung menyepakati untuk terbentuknya Koperasi Sinergi Nusantara Pasuruan. Rapat diantara para pemuda menyepakati bahwa Peradah Pasuruan akan menjadi motor dari koperasi. Parisada dan tokoh tokoh keumatan sebagai penasehan dan anggota pengawas. Secara mufakat pada malam itu disepakati memberikan kepercayaan kepada Mas Agus sebagai sebagai ketua KSN Pasuruan. Parji selaku Ketua Peradah Pasuruan secara ex officio akan menjadi Ketua Dewan Pengawas Koperasi.<br />
Keesokan harinya, kami meninjau UMKM mitra binaan Koperasi Sinergi Nusantara. Program ini merupakan kerjasama Peradah dengan Badan Dharma Dana Nasional milik Parisada. Ada 4 mitra binaan yang sudah berjalan di Bromo. Dua mitra binaan membuka usaha warung baksoayam,  satu mitra binaan membuka usaha warung kupang lontong dan satu mitra binaan lagi untuk pembibitan kubis.<br />
 <br />
Sulasmi (30 tahun) dan Kustianah (47 tahun) secara berkelompok membuka warung kupang lontong di desa Tosari  kec. Tosari, kurang lebih 17 kilometer dari puncak Bromo. Saya penasaran, seperti apakah makanan kupang lontong ini. Ternyata yang dimaksud dengan kupang lontong persis seperti lontong sayur. Hanya saja dalam kupang lonton sayurnya diganti dengan semacam sop kerang. Rasanya  aneh di lidah saya, agak amis. Setelah terbiasa, gurihnya masakan ini cukup lezat untuk bisa saya nikmati. Warung Ibu Sulasmi dan Ibu Kustianah terbuat dari bangunan bambu. Dari warna bambu yang masih hijau terlihat kalau bangunan semi permanen ini baru selesai. Selain kupang lontong sebagai menu utama, mereka juga menjual nasi kuning dan aneka gorengan</p>
<p>Sulasmi adalah ibu rumah tangga dengan 1 putra dengan suami sebagai supir. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan rumah tangga masih perlu ditingkatkan. Ia berharap, melalui usaha warung kupang lontong yang belum pernah ada di daerah tersebut, ia mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.<br />
Begitu juga Kustianah, ibu rumah tangga dengan dua orang anak dan suaminya sebagai buruh tani. Sebelumnya, Kustianah juga sebagai buruh tani yang masih membutuhkan pekerjaan untuk menambah penghasilan keluarga. Dari hasil usaha warung Kupang Lontong yang sudah berjalan hampir satu bulan tersebut, rata-rata penghasilan dari penjualan sehari mencapai Rp 150.000,- hingga Rp 200.000,-</p>
<p>Berlokasi tidak jauh dari Pura Tunggul Adi Sari, desa Ngadiwono, Reni Prigawati membuka warung bakso ayam. Warungnya memanfaatkan lahan yang masih kosong  disebelah rumah tinggalnya dengan memberi tambahan bangunan semi permanen. Selain masyarakat yang ada disekitar lokasi warung, konsumen warung bakso Reni adalah juga umat Hindu yang sembahyang ke Pura.<br />
Kini,  upaya gerakan ekonomi yang kami gulirkan bekerjasama dengan BDDN telah dinikmati oleh umat Hindu di Bromo. Semoga upaya ini bisa menjadi stimulus bagi berkembangnya gerakan ekonomi di sana. Gerakan ini akan terus kami gulirkan untuk menstimulus terwujudnya kemandirian ekonomi umat Hindu Indonesia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komangadi.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komangadi.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komangadi.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komangadi.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=159&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2011/07/29/gerakan-ekonomi-peradah-di-bromo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/07/melihat-dari-dekat-pembibitan-kentang-di-bromo.jpg?w=100" medium="image">
			<media:title type="html">Melihat dari dekat pembibitan kentang di Bromo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membonceng Sepakbola</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2011/04/06/membonceng-sepakbola/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2011/04/06/membonceng-sepakbola/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 01:54:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LKPP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Brazil 2014]]></category>
		<category><![CDATA[Garuda]]></category>
		<category><![CDATA[Kisruh PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/04/logo-piala-dunia-2014.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-155" title="Logo Piala Dunia 2014" src="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/04/logo-piala-dunia-2014.jpg?w=233" alt="" width="233" height="300" /></a>Piala Dunia 2014, ajang kompetisi sepakbola paling akbar akan berlangsung di Brazil. Kenapa Brazil yang dipilih sebagai tuan rumah, semestinya tidak perlu kita tanyakan lagi. Negara ini memiliki sejarah panjang di dunia sepakbola. Brazil adalah negaranya Pele, Romario, Ronaldo, Kaka, Pato. Beberapa dari banyak  talenta sepakbola yang telah memberi hiburan bagi dunia. Menuju 2014, seluruh dunia menggenjot persiapan tim nasional mereka. Setiap negara pasti memiliki keinginan untuk menjadi salah satu dari tiga puluh dua tim yang berlaga di ajang final piala dunia Brazil. Milyaran pasang mata akan mengarah ke Brazil saat itu. Ratusan juta pasang mata berasal dari Indonesia. Negeri yang ratusan juta rakyatnya sangat mencintai sepakbola.

<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=154&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/04/logo-piala-dunia-2014.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-155" title="Logo Piala Dunia 2014" src="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/04/logo-piala-dunia-2014.jpg?w=233&#038;h=300" alt="" width="233" height="300" /></a>Piala Dunia 2014, ajang kompetisi sepakbola paling akbar akan berlangsung di Brazil. Kenapa Brazil yang dipilih sebagai tuan rumah, semestinya tidak perlu kita tanyakan lagi. Negara ini memiliki sejarah panjang di dunia sepakbola. Brazil adalah negaranya Pele, Romario, Ronaldo, Kaka, Pato. Beberapa dari banyak  talenta sepakbola yang telah memberi hiburan bagi dunia. Menuju 2014, seluruh dunia menggenjot persiapan tim nasional mereka. Setiap negara pasti memiliki keinginan untuk menjadi salah satu dari tiga puluh dua tim yang berlaga di ajang final piala dunia Brazil. Milyaran pasang mata akan mengarah ke Brazil saat itu. Ratusan juta pasang mata berasal dari Indonesia. Negeri yang ratusan juta rakyatnya sangat mencintai sepakbola.</p>
<p>Saking cintanya akan sepakbola, tapi nihil prestasi dalam berbagai ajang kompetisi internasional, rakyat Indonesia secara sukarela ikut menjadi suporter dari negara lain. Puluhan juta rakyat berjingkrak ria ketika Spanyol menjadi yang terhebat dalam piala dunia 2010 di Afrika Selatan. Puluhan juta rakyat tertunduk lesu karena mereka adalah suporter Belanda yang lagi bernasib naas dikalahkan Spanyol di partai final. Rakyat Indonesia yang mencintai permainan Wesley Sneijder, Dirk Kyut, Van Der Va art, berduka seolah Belanda adalah negara kelahiran mereka. Tidak ada lagi sentimen negatif apapun yang tersisa kepada Belanda sebagai negara yang pernah tiga setengah abad menjajah Indonesia.</p>
<p>Itulah daya magis dari sepakbola. Memiliki kekuatan pemersatu tanpa kenal batasan negara. Pendukung kesebelasan Belanda bukan hanya rakyat Belada, mereka didukung oleh rakyat dari berbagai negara yang mencintai keindahan permainan yang diperagakan oleh Tim Oranye. Sebagai kekuatan pemersatu milyaran penduduk dunia, ajang Piala Dunia telah menjadi industri yang bisnis yang sangat menjanjikan. Menuju 2014, stasiun TV berlomba lomba merebut hak siaran. Produk-produk komersiil papan atas ikut berkompetisi agar bisa mengasosiasikan dirinya dengan Piala Dunia. Kolaborasi sepakbola dengan dunia bisnis telah terbukti menghasilkan keuntungan yang berlimpah.  Akibat daya magisnya, semua hal yang terkait dengan sepakbola kini menjadi rebutan.</p>
<p>Sayangnya, republik dengan ratusan juta rakyat pecandu sepakbola yang bernama Indonesia bukannya rebutan prestasi, malahan berebut kursi ketua PSSI. Beberapa bulan terakhir ini, pecandu bola Indonesia disuguhi tontonan menggelikan dari para elit politik yang mengatasnamakan rakyat pencinta sepakbola Indonesia. Mereka tidak ada rasa malu sedikitpun mempertotonkan berbagai aksi kekerasan demi jabatan Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.</p>
<p>Semua mungkin sudah paham, tahun 2014 akan menjadi tahun politik di Indonesia. Bersamaan dengan final Piala Dunia di Brazil, para politisi Indonesia juga akan berkompetisi merebut simpati rakyat agar bisa terpillih sebagai anggota legislatif dan eksekutif. Sangat besar kemungkinan, stasiun TV akan kebanjiran iklan profile diri dari para elit politik saat piala dunia berlangsung. Para kandidat DPR dan presiden akan berlomba lomba mengasosiasikan dirinya dengan sepakbola. Mulai dari piala dunia, liga nasional sampai kompetisi tarkam pasti akan semarak oleh kehadiran politisi.Seorang politisi papan atas bahkan sudah memulai aksinya dengan menjadi komentator sepakbola dadakan saat turnamen suzuki AFC berlangsung. Hipnotis piala dunia akan bisa membuat rakyat Indonesia melupakan hal lain diluar sepakbola. Dalam beberapa piala dunia lalu, semua tema tersapu bersih oleh sepakbola. Koran akan laris jika headline beritanya menampilkan gambar aksi seru dari para pemain bola dunia. Potensi ini tentunya tidak lepas dari ketajaman analisa para polisi kita. Maka untuk itu, sepakbola Indonesia yang terlembaga dalam PSSI harus direbut.</p>
<p>Apapun dalih para elit yang terucap ke masyarakat, sangat jelas saat ini kekuatan politik telah dan ingin membonceng sepakbola Indonesia. Mulai dari demonstrasi yang tidak pernah berhenti di  kantor PSSI. Debat kusir mengenai pasal pasal dalam statuta PSSI. Statuta FIFA yang dipelintir antara versi asli dan terjemahan Indonesia. Hak suara dalam kongres yang tidak transparan. Semuanya  hampir sama dengan kisruh yang terjadi di organisasi politik. Saking kuatnya efek kisruh di tubuh PSSI, sampai sampai FIFA harus turun tangan sebagai penengah. Ratusan juta pencinta bola Indonesia nasibnya sekarang sama dengan Kenya. Negara berpenduduk 38 juta yang juga mengalami kisruh di tubuh lembaga sepakbolanya.   </p>
<p>Kisruh ini adalah titik nadir dari kelamya perjalanan dunia sepakbola Indonesia. Atmosfer yang menaungi sepakbola kita saat ini sudah hampir sama dengan carut marut dalam dunia perpollitikan. Bangsa ini kehilangan tempat pelarian yang sempat dimiliki dari penatnya situasi permasalahan bangsa. Kitapernah bersatu padu sebagai satu negeri ketika gol gol cantik dari Irfan Bachdim dan Cristiano Gonzales dilesakkan ke gawang lawan saat AFC turnamen berlangsung. Kalau bicara prestasi tanpa pakai ribut ribut, timnas 1987 patut dijadikan tauladan. Indonesia begitu disegani di kancah Asia Tenggara, dengan pemain pemain besar semacam Roby Darwis, Herry Kiswaanto, Ricky Yakobi, Rully Nere, Ribut Waidi  dan Nasru Koto. Mereka adalah pahlawan sejati bagi sepakbola Indonesia. Mereka terpatri dihati sanubari dengan aksi, bukan janji.</p>
<p>Seorang kawan, rakyat bisa penggila bola seperti kita, juga punya mimpi menjadi ketua umum PSSI. Obsesi ini merupakani pencapaian paling tinggi yang ingin digapainya. Profil singkatnya kurang lebih  sebagai berikut; Dia gila maen bola dengan posisi  bertahan, dia maniak nonton bola berbagai liga termasuk liga Indonesia sampai divisi utama, dia hapal hampir seluruh pemain bola dunia maupun Indonesia, Sabtu-Minggu adalah hari hari spesialnya karena penuh dengan tayangan bola, dia selalu menonton langsung pertandingan bola ke stadion, kecerdasan intelegensia diatas rata-rata, dia masih muda, idealis, jujur,  yang paling pasti dia tidak akan jadikan ketua PSSI sebagai batu loncatan  politik. Semoga ada yang berminat melamarnya menjadi kandidat ketua PSSI.</p>
<p>(6 April 2010. Real Madrid 4 – 0 Tottenham Hotspur)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komangadi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komangadi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komangadi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komangadi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=154&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2011/04/06/membonceng-sepakbola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/04/logo-piala-dunia-2014.jpg?w=233" medium="image">
			<media:title type="html">Logo Piala Dunia 2014</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komang Arya Tridarma Yang Saya Kenal</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2011/04/04/komang-arya-tridarma-yang-saya-kenal/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2011/04/04/komang-arya-tridarma-yang-saya-kenal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 03:41:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LKPP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peradah]]></category>
		<category><![CDATA[Komang Arya]]></category>
		<category><![CDATA[Komang Arya Tridarma]]></category>
		<category><![CDATA[Peradah Bali]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Taruna Nusantara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/04/komang-arya2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-151" title="Komang Arya" src="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/04/komang-arya2.jpg?w=300" alt="" width="174" height="221" /></a>Tanggal 21 Maret 2011, dalam perjalanan menuju Grha Sinergi Peradah, Tebet dari kantor di Mega Kuningan, saya menerima telpon dari Corina, adik kelas di SMA Taruna Nusantara. Jarang jarang Corina telpon saya tengah hari, jam 11 an seperti ini, pasti ada yang spesial. Ternyata benar, dia memberi informasi yang super spesial. “Abang sudah denger berita belum kalau Bang Komang Arya meninggal siang ini”. Lontaran ucapan kalimat pendek dari Corina tersebut saya langsung respon dengan seruan, “Tidak mungkin”. Bagaimana mungkin, wong pagi tadi saya masih terima pesan dari Komang Arya melalui BBM. Sampai di Grha Sinergi Peradah saya cross cek informasi. Saya cek informasi di milist alumni, sudah puluhan email yang mengabarkan kepergian Komang Arya. Saya masih belum percaya, saya anggap (berharap) berita ini hoax. Pukul 12 saya menerima kabar dari Ketua Peradah Bali dari rumah sakit Bali Royal Hospital kalau Komang Arya Tridarma memang benar telah berpulang.

<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=148&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/04/komang-arya2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-151" title="Komang Arya" src="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/04/komang-arya2.jpg?w=174&#038;h=221" alt="" width="174" height="221" /></a>Tanggal 21 Maret 2011, dalam perjalanan menuju Grha Sinergi Peradah, Tebet dari kantor di Mega Kuningan, saya menerima telpon dari Corina, adik kelas di SMA Taruna Nusantara. Jarang jarang Corina telpon saya tengah hari, jam 11 an seperti ini, pasti ada yang spesial. Ternyata benar, dia memberi informasi yang super spesial. “Abang sudah denger berita belum kalau Bang Komang Arya meninggal siang ini”. Lontaran ucapan kalimat pendek dari Corina tersebut saya langsung respon dengan seruan, “Tidak mungkin”. Bagaimana mungkin, wong pagi tadi saya masih terima pesan dari Komang Arya melalui BBM. Sampai di Grha Sinergi Peradah saya cross cek informasi. Saya cek informasi di milist alumni, sudah puluhan email yang mengabarkan kepergian Komang Arya. Saya masih belum percaya, saya anggap (berharap) berita ini hoax. Pukul 12 saya menerima kabar dari Ketua Peradah Bali dari rumah sakit Bali Royal Hospital kalau Komang Arya Tridarma memang benar telah berpulang.</p>
<p>Tiga bulan terakhir sebelum berpulangnya Komang Arya, hubungan kami begitu dekat. Diawali pertemuan kami pada tanggal 10 Januari 2011, di restoran Be Tutu Gilimanuk di Senopati. Dalam pertemuan tersebut Komang Arya bercerita kalau dia baru saja pulang dari Pura Gunung Salak. Disana Komang Arya mendapatkan pencerahan untuk berbuat sesuatu sebagai bentuk pelayanan kepada komunitas yang berbasis agama. Sebelumnya di Pura Rawamangun, kami banyak berdiskusi mengenai Peradah khsusnya Peradah Bali yang akan melakukan regenerasi dalam waktu dekat. Sebagai ketua umum Peradah Indonesia, saya memang intens mendorong berlangsungnya kaderisasi organisasi di seluruh Indonesa. Dalam pertemuan sambil makan siang ini, Komang Arya berminat untuk menggerakkan Peradah di Bali sebagai bagian dari misi ngayah (pelayanan) bagi komunitas umat Hindu dan masyarakat Bali. Pertemuan singkat ini selanjutnya sudah cukup untuk membuat seluruhnya menjadi kongkrit. Komang Arya sukses merebut simpati dari kawan kawan Peradah di Bali yang selanjutya menempatkan dia sebagai Ketua Panitia Lokasabha (Musda) Peradah Bali.  </p>
<p>Ikatan saya dengan Komang Arya Tridarma adalah sebagai sesama alumnus SMA Taruna Nusantara. Komang Arya adalah alumni angkatan pertama sedangkan saya adalah angkatan ke empat. Otomatis saya tidak bertemu muka dengan Komang Arya selama di SMA Taruna. Karena sama sama bersekolah di SMA Taruna saya biasa memanggilnya Bang Komang, bukan Bli Komang seperti kebiasaan kami memanggil yang lebih tua sebagai orang Bali. Di SMA Taruna Nusantara saya juga dipanggil dengan nama Komang. Nama Komang ternyata telah melegenda di SMA Taruna Nusantara yang dipopulerkan oleh Komang Arya Tridarma. Saat masih kelas satu, oleh senior senior kelas saya berulangkali mendapatkan cerita cerita tentang Komang Arya Tridarma sebaga sosok yang luar biasa khususnya dalam hal karakter kepemimpinan. Nama Komang di SMA Taruna seolah sudah terpatri sebagai milik Komang Arya Tridarma bukan Komang Adi Setiawan.</p>
<p>Tahun 1994, saya bertemu pertama kali dengan Bang Komang. Kami bertemu dalam sebuah acara kumpul kumpul antara siswa, orang tua dan alumni SMA Taruna saat liburan sekolah. Saat itu saya sudah kelas dua. Pertemuan tersebut berkesan karena saat itu saya mendapat teguran keras dari Bang Komang atas keterlambatan datang ketempat acara. Walaupun kena marah, saat itu saya mulai menangkap kesan bahwa abang yang satu ini penuh dengan kepedulian kepada adik adiknya. Satu hal yang dia pesankan dan hampir selalu dipesankan kalau bertemu adalah jangan bosan bosan untuk merajut tali silaturahmi. Pesan ini masih saya tetap daptkan sampai saat kami bertemu terakhir kalinya di Tebet dalam rangka menyampaikan undangan resmi acara musda Peradah Bali. Tidak bisa dipungkiri Bang Komang telah menjadi sosok yang populer diantara alumni SMA Taruna lintas angkatan. Dia bisa menjadi sosok paling senior yang mengayomi adik adiknya yang sampai saat ini sudah mencapai 4000 an alumni.</p>
<p>Bang Komang Arya penuh dengan idealisme. Cita citanya untuk memberi karya terbaik bagi masyarakat dengan lugas dia lakukan dan suarakan. Usia 36 tahun tidak membuyarkan idealisme akan visi Indonesia yang lebih baik. Ditengah tuntutan kehidupan yang mengharuskan kita menjadi lebih realistis, Bang Komang tetap menyuarakan semangat idealisme tersebut. Saya dan mungkin banyak dari kami akan selalu menangkap pesan tersebut dalam perbincangan akrab yang kami lakukan bersama almarhum. Idealisme untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat khususnya di Bali inilah yang mendorong kami bekerjasama di Peradah. Bali merupakan salah satu basis Peradah yang dapat dioptimalkan sebagai ajang pengabdian.</p>
<p>H-6 menjelang pelaksanaan Lokasabha/Musda Peradah Bali, seluruh teknis acara sudah siap. Hari itu  Bang Komang Arya selaku ketua panitia bersama dengan pengurus Peradah Bali melakukan audiensi ke Bapak Yudha Triguna selaku Dirjen Hindu di kediaman beliau di Tabanan.<br />
H-5, Bang Komang mengirimkan pesan kepada saya,  “ Bro, punya jas Peradah lebih ga? Pinjem dunk unt acara Lokasabha ntar. Ketua Panitia masak ga pake jas J “ .  </p>
<p>Saya tidak pernah menyangka bahwa ini akan menjadi pesan terakhr yang saya terima dari almarhum. Kepergian Bang Komang Arya begitu cepat, sangat  mengagetkan. Mimpi mimpi yang telah kami rajut bersama untuk memberi karya terbaik bagi masyarakat  kembali berhamburan.</p>
<p>Peradah Indonesia mengucapkan terimakasih atas segala kontribusi yang diberikan bagi kemajuan organisasi.</p>
<p>Selamat jalan Bang Komang Arya , dimanapun engkau berada pasti akan bisa memberikan karya terbaik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komangadi.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komangadi.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komangadi.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komangadi.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=148&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2011/04/04/komang-arya-tridarma-yang-saya-kenal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komangadi.files.wordpress.com/2011/04/komang-arya2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Arya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kaderisasi Harga Mati</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2011/03/31/kaderisasi-harga-mati/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2011/03/31/kaderisasi-harga-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 03:58:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LKPP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Management]]></category>
		<category><![CDATA[Kaderisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Non Profit]]></category>
		<category><![CDATA[Peradah]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[“Menurut Anis Matta, sekretaris jenderal, Hilmi menangis ketika peserta musyawarah nasional partai secara aklamasi memilih lagi dia menjadi Ketua Majelis Syura. Di depan peserta musyawarah, Hilmi menyatakan gagal melakukan pengaderan karena belum ada yang berani menggantikannya.”
Majalah tempo edisi Maret 2011<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=142&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>﻿﻿﻿﻿﻿<em>“Menurut Anis Matta, sekretaris jenderal, Hilmi menangis ketika peserta musyawarah nasional partai secara aklamasi memilih lagi dia menjadi Ketua Majelis Syura. Di depan peserta musyawarah, Hilmi menyatakan gagal melakukan pengaderan karena belum ada yang berani menggantikannya.”</em><br />
Majalah tempo edisi Maret 2011</p>
<p>Sebelas Maret 2011, bertepatan dengan hari ulang tahun Peradah Indonesia yang ke-27, saya mengunjungi Yogyakarta. Kedatangan saya ke Kota Gudeg dalam rangka pelantikan pengurus Peradah DI Yogyakarta. Akhirnya, setelah vakum cukup lama terjadi juga regenerasi di kota tempat lahirnya Peradah. Semua eksponen Peradah baik yang aktif ataupun yang sudah alumnus mempertanyakan atas kevakuman yang terjadi atas Peradah DIY. Pertanyaan yang wajar karena penggiat Peradah dan aktivis Hindu yang saat ini tersebar di berbagai kota banyak sekali jebolan  Yogya. Untuk melaksanakan kaderisasi di Yogyakarta, kami selaku pengurus pusat yang berdomisili di Jakarta mesti beberapa kali mendatangi Yogya. Mendatangi para senior serta pengurus yang lagi asik mati suri.  Jakarta –Jogja tentu tidak sama dengan Jakarta Bogor. Jarak yang jauh mesti kami tempuh. Waktu, tenaga dan materi yang tidak sedikit mesti dikeluarkan demi terjadinya kaderisasi.</p>
<p>Itulah kaderisasi, perlu perjuangan dan pengorbanan. Saking pentingnya program ini,  semua organisasi yang berbasis masa  selalu menempatkan bidang kaderisasi sebagai prioritas. Orang orang terbaik ditempatkan untuk duduk didepartemen ini dengan harapan kaderisasi berjalan dengan lancar. Suksesnya kepengurusan organisasi  indikator utamanya adalah berjalannya kaderisasi. Proses siklus regenerasi yang tepat waktu serta munculnya pemimpin pemimpin muda baru adalah misi organisasi.</p>
<p>Kaderisasi adalah proses. Mau untuk berproses berarti mau untuk sabar. Dibutuhkan napas panjang agar nilai nilai organisasi bisa diterima dan mendarah daging dalam setiap kader. Sebagai organisasi nasional, Peradah hadir hampir diseluruh provinsi di Indonesia. Sejak kami dipercaya menjadi pengurus organisasi ini melalui mahasabha/munas di Medan, Desember 2009, kami telah melakukan regenerasi di 12 provinsi. Mulai dari Sulawesi Tengah, Kepulauan Riau, Jakarta, Lampung, Gorontalo, Tangerang Selatan (Banten), Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Papua, Kalimantan Barat dan yang terakhir di bulan Maret adalah provinsi Bali. Kami juga melakukan regenerasi di tubuh organisasi pemuda Hindu ASEAN dengan menyelenggarakan general assembly di Port Dickson, Malaysia. Relatif hampir setiap bulan kami harus berkunjung ke berbagai provinsi untuk menyegarkan organisasi.</p>
<p>Negara kita termasuk lemah dalam kaderisasi. Contoh paling gampang bisa kita lihat dalam Transisi kepemimpinan nasional. Pergantian dari satu presiden ke presiden yang lain tidak berlangsung dengan mulus. Soekarno ke Soeharto ditandai dengan pemberontakan G 30 S PKI. Soeharto ke Habibie ditandai dengan reformasi. Masih lekat di memori kita bagaimana Gus Dur menyapa masyarakat dengan celana pendek setelah  dilengserkan  dari istana.  Megawati sang pengganti, sampai saat ini masih memendam dendam setelah tergantikan oleh SBY melalui pemilihan langsung yang dianggap sudah cukup demokratis. Sampai saat ini, Indonesia bisa dikatakan  belum bisa bergerak maju. Intrik dan konflik para elit politik demikian keras mewarnai kehidupan keseharian bangsa ini. Negara ini gagal melahirkan kader kader negarawan disetiap level lapisan pemerintaahan yang siap menjadi pelayan bangsa.</p>
<p>Para pemimpin tua masih sibuk wara wiri menghiasi layar televisi. Mereka selalu gembar gembor mendorong agar kader yang lebih muda berani tampil memimpin bangsa ini. Tapi disisi lain mereka tetap ogah untuk iklas meninggalkan arena kekuasaan. Biasanya alasan mereka  klasik demi kepentingan bangsa, kestabilan politik dan karena rakyat menghendaki.</p>
<p>Saat ini pemimpin pemimpin di berbagai negara jazirah arab dan Afrika sedang ketar ketir. Kali ini, dunia mereka sedang berbalik. Pemimpin diktator yang oleh rakyat dan musuh musuhnya dulu amat menakutkan berubah menjadi ketakuatan . Diawali dari tumbangnya rezim Ben Ali di Tunisia, dilanjutkan dengan runtuhnya Hosni Mubarak setelah berkuasa 32 tahun. Dilanjutkan dengan perang saudara di Libya untuk menggulingkan rezim Moamar Khadafi yang telah berkuasa selama 45 tahun , telah membuat sasana dunia kian memanas. Indonesia mengalami kejadian yang sama tahun 1998. Setelah 32 tahun Soeharto berkuasa, akhirnya beliau harus rela meninggalkan kursi presiden secara paksa. Bapak Pembangunan ini saking asiknya berkuasa lupa untuk turun gelanggang. Kaderisasi memang terjadi, sayangnya cuma hanya sampai level menteri. Puluhan tahun Soeharto berkuasa, bangsa ini mengalami kehancuran yang masif dalam hal karakter. Korupsi merajalela. Kelakuan haram ini sudah dianggap halal.  Power tend to corrupts and absolut power corrupts absolutely. Kata kata bijak dari Lord Acton pada tahun 1887 yang kebenarannya sudah teruji oleh waktu dan kita saksikan contoh nyatanya di dunia hingga kini.</p>
<p>Bagaimana dengan partai politik yang menjadi satu satunya sumber kaderisasi bagi pemimpin pemerintahan  kita? Hampir seluruh partai politik di Indonesia saat ini mengalami kemerosotan citra publik yang sangat parah. Partai ternyata gagal menghasilkan kader negarawan. Hampir tiap hari kita tonton ditelevisi kader kader partai yang duduk sebagai pemimpin disidangkan dan masuk bui karena berbagai kasus kejahatan. Pemilihan langsung mengharuskan partai merebut suara sebanyak banyaknya. Kader kader instan yang dianggap populer direkrut. Partai berlomba lomba merekrut tokoh publik khususnya artis. Dilalah para artis masa kini juga kepincut oleh tawaran partai. Jadilah gedung dewan di senayan ibarat panggung pertunjukan. Para politisi pingin jadi artis, artis pingin jadi politisi. Campur sari ini telah menghasilkan dagelan dagelan seputar senayan yang kian hari kian kocak kita saksikan.  Kaderisasi instan 100% halal bagi partai politik saat ini. Hampir sama dengan mie instan yang penting cepat kenyang. Tak ada lagi yang mau berproses. Membina dari akar rumput. Menghasilkan kader kader yang telah teruji oleh waktu.</p>
<p>Kembali ke Yoya, apa yang salah dengan kaderisasi Peradah di Kota Gudeg sehingga vakum demikian lama?  Dalam pelantikan ini, jangan pernah terbayang ada kemegahan acara. Semua berlangsung sederhana. Duduk lesehan dengan 25 an orang berkumpul. Bahkan pengurusnyapun belum lengkap. Lebih banyak orang tuanya yang hadir untuk memberi semangat. Apakah tidak ada lagi pemuda Hindu di Yogya? Ataukah organisasi ini di Yogya tidak bekerja memberi pelayanan di basis anggota. Bagi saya, dengan regenerasi yang telah berjalan ini harapan baru sudah terang terlihat. Saya bertemu dengan 2 pemuda yang semangatnya menyala nyala. Cerdas dan penuh dengan gagasan. Mutiara ini tinggal digosok dan diberi tempat. Mereka akan segera bersinar dan memberi arti bagi tanah air ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komangadi.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komangadi.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komangadi.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komangadi.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=142&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2011/03/31/kaderisasi-harga-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tangsel</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2010/11/15/tangsel/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2010/11/15/tangsel/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2010 02:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LKPP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peradah]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Tangsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Apa kesan pertama anda kalau sudah pernah pergi ke Tangerang Selatan? Bagi saya, kota yang lebih dikenal dengan singkatan Tangsel ini identik dengan macet. Ruas jalan raya nya kecil tidak sebanding dengan kepadatan arus kendaraan. Kota ini dipenuhi dengan perumahan. Mereka sebagian besar  adalah kelas menengah yang akan memadati pusat bisnis Jakarta di siang hari. Kota ini memang perlu penanganan khusus sebagai daerah penyangga utama Jakarta. Untuk itu, pembentukan Kabupaten Tangerang Selatan diharapkan bisa menjanjikan kemajuan.

<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=139&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa kesan pertama anda kalau sudah pernah pergi ke Tangerang Selatan? Bagi saya, kota yang lebih dikenal dengan singkatan Tangsel ini identik dengan macet. Ruas jalan raya nya kecil tidak sebanding dengan kepadatan arus kendaraan. Kota ini dipenuhi dengan perumahan. Mereka sebagian besar  adalah kelas menengah yang akan memadati pusat bisnis Jakarta di siang hari. Kota ini memang perlu penanganan khusus sebagai daerah penyangga utama Jakarta. Untuk itu, pembentukan Kabupaten Tangerang Selatan diharapkan bisa menjanjikan kemajuan.</p>
<p>Hari ini saya ke Tangsel dalam rangka melantik pengurus Peradah Kabupaten. Pelantikan Kabupaten yang langsung saya tangani sebagai ketua Peradah Nasional karena pengurus Provinsi Banten belum terbentuk. Sudah sejak lama terjadi pertentangan akan kehadiran Peradah di provinsi Banten. Latar belakangnya adalah perseteruan lama antara Peradah dan Pemuda Hindu Indonesia (PHI). Kemarinya, Peradah yang dikonotasikan lekat dengan politik menjadi alasan ditentangnya Peradah berdiri di Banten. Ditengah kebebasan untuk berorganisasi yang begitu besar di republik ini, pertentangan seperti ini adalah cerita kuno yang tidak produktif. Apalagi mereka yang menolak adalah pengurus Parisada Banten.</p>
<p>Sebentar lagi Tangsel akan memilih pemimpinnya yang pertama. Ada empat kandidat Bupati yang bertarung. Muka muka mereka yang menebarkan janji janji harapan kemajuan telah memadati jalanan tangsel. Pohon, tembok, mobil penuh ditempel dengan muka para kandidat, mengingat waktu pemilihan sudah seminggu lagi. Mudah mudahan biaya besar yang keluar untuk penctraan ini tidak dibebankan kepada rakyat tangsel oleh pemimpin terpilih. Jangan ada penyunatan APBD dan juga korupsi untuk mengganti ongkos sepanduk yang ribuan jumlahnya.</p>
<p>Pelantikan Peradah Tangsel dilaksanakan di Perumahan Panorama Serpong. Di sekretariat Dewan Pimpinan Kabupaten Peradah Tangsel yang baru. Tempat ini merupaka sumbangan dari Ketut Sudia. Seorang aktivis sosial yang banyak berkontribusi bagi kemajuan komunitas. Selain sebagai sekretariat Peradah Tangsel, tempat yang dia sumbangkan juga akan menjadi taman bacaan. Nama taman bacaannya adalah Saraswati. Sebelum acara peresmian taman bacaan dan pelantikan pengurus Peradah Tangsel berlangsung, dilaksanakan lomba lomba khusus bagi anak  sekitar komplek perumahan. Acara ini berlangsung meriah dan ramai sekali. Kegiatan berangkai ini telah menjadikan pelantikan Peradah Tangsel sebagai pelantikan Peradah yang paling ramai dihadiri anak anak.</p>
<p>Saya melihat muka muka penuh harapan dari para pemuda Tangsel yang baru dilantik. Muda dan penuh motivasi. Dari mereka kreasi baru diharapkan terlahir. Masa depan yang cerah akan terlahir dari tempat ini.</p>
<p>-7  November 2010-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komangadi.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komangadi.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komangadi.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komangadi.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=139&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2010/11/15/tangsel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obama Obambang</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2010/11/12/obama-obambang/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2010/11/12/obama-obambang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 08:32:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LKPP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Barack Obama]]></category>
		<category><![CDATA[Michelle]]></category>
		<category><![CDATA[Obama]]></category>
		<category><![CDATA[Obambang]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Kedatangan Barack Obama ke Jakarta  tanggal 10-11 November adalah topik paling hangat yang diperbincangkan rakyat Indonesia selama dua hari. Pesona Obama begitu menyihir. Semua ingin mellihat langung tindak tanduk Obama selama di Jakarta. Mulai dari Obama menyentuhkan kakinya di Bandara Halim Perdana Kusuma sampai pesawat Air Force One lepas landas menuju Seoul bisa kita pantau lewat layar kaca. Kalau dapat izin, gambar Obama tidur di Shangrila pasti juga akan ditayangkan live oleh tv.  Berita Obama telah menutup berita bencana Merapi  dan  tertangkapnya Gayus oleh kamera wartawan ada di luar sel tengah menonton pertandingan tenis di Nusa Dua Bali.

<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=136&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komangadi.files.wordpress.com/2010/11/obama-di-ui.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-137" title="U.S. President Barack Obama delivers a speech at the University of Indonesia in Jakarta" src="http://komangadi.files.wordpress.com/2010/11/obama-di-ui.jpg?w=300&#038;h=150" alt="" width="300" height="150" /></a>Kedatangan Barack Obama ke Jakarta  tanggal 10-11 November adalah topik paling hangat yang diperbincangkan rakyat Indonesia selama dua hari. Pesona Obama begitu menyihir. Semua ingin mellihat langung tindak tanduk Obama selama di Jakarta. Mulai dari Obama menyentuhkan kakinya di Bandara Halim Perdana Kusuma sampai pesawat Air Force One lepas landas menuju Seoul bisa kita pantau lewat layar kaca. Kalau dapat izin, gambar Obama tidur di Shangrila pasti juga akan ditayangkan live oleh tv.  Berita Obama telah menutup berita bencana Merapi  dan  tertangkapnya Gayus oleh kamera wartawan ada di luar sel tengah menonton pertandingan tenis di Nusa Dua Bali.</p>
<p>Kedatangan Obama selama dua hari adalah juga pertunjukan sistem pengamanan super ketat. Sepanjang jalan dimana Obama melintas dipenuh dengan tentara dan polisi. Mereka mengamankan situasi. Mereka juga meresahkan situasi. Dua hari ini jalanan Sudirman Thamrin dan sekitarnya macet bukan main. Tidak pakai Obama datang saja, jalanan sudah macet, apalagi ditambah tamu agung Barack dan Michelle Obama. Terbayang dong bagaimana kisruhnya lalulintas selama dua hari ini. Banyak yang menyayangkan kunjungan Obama yang begitu singkat tidak lebih dari 24 jam. Bagi pengguna jalan seperti saya, lebih dari 24 jam Obama di Jakarta akan menjadi tambahan waktu meratapi nasib macet dijalan raya.</p>
<p>Rakyat Indonesia banyak sekali yang cinta Obama. Tepuk tangan membahana begitu Obama menirukan suara abang bakso dan sate saat menawarkan dagangan,  “ baksooo” , “sateee”. Dia sedang mengenang masa kecilnya di Menteng Dalam yang akrab dengan pedagang kaki lima keliling.  Setelah pidato Obama di Universitas Indonesia, saya ikut cinta Obama. Dia dengan suara baritonnya yang telah menghipnotis dunia mengucapkan untaian kata “Bhinneka Tunggal Ika”, <em>Unity in Diversity</em> sebagai semboyan  luhur yang dimiliki Indonesia. Perasaan bangga menyeruak dalam diri bahwa nilai luhur bangsa Indonesia yang hampir dilupakan oleh sebagian besar rakyatnya dibanggakan oleh seorang Barack Obama.</p>
<p>Gempita kedatangan  Obama tidak hanya memberi inspirasi buat rakyat Indonesia. Kedatangannya juga meninggalkan humor humor segar. Humor yang menghibur kala harus kena macet di pagi hari.</p>
<p><em>“Setelah melihat antusias ribuan hadirin yang mendengarkan langsung pidato Obama  di Universitas Indonesia, konon Pak SBY saking kagumnya dengan <em><em>Obama</em></em>, ingin mengubah panggilan menjadi &#8216;<em><em>Obambang</em></em>&#8216;”</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komangadi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komangadi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komangadi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komangadi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=136&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2010/11/12/obama-obambang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komangadi.files.wordpress.com/2010/11/obama-di-ui.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">U.S. President Barack Obama delivers a speech at the University of Indonesia in Jakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Basarang, Desa Bali Disisi Sungai Kapuas</title>
		<link>http://komangadi.wordpress.com/2010/11/10/basarang-desa-bali-disisi-sungai-kapuas/</link>
		<comments>http://komangadi.wordpress.com/2010/11/10/basarang-desa-bali-disisi-sungai-kapuas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 05:10:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LKPP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peradah]]></category>
		<category><![CDATA[Basarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangadi.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang berkunjung ke Kabupaten Kapuas, sempatkanlah mampir ke Basarang. Desa Bali yang terletak persis disisi aliran Sungai Kapuas. Desa ini selain terkenal sebagai kampungnya orang Bali, Basarang juga dikenal akan nenas madunya. Nenas Basarang rasanya sangat manis. Makan satu nenas tidak akan terasa cukup karena saking enaknya.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=129&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://komangadi.files.wordpress.com/2010/11/img00847-20101022-1416.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-130" title="Gerbang khas di Pura Jagatnatha" src="http://komangadi.files.wordpress.com/2010/11/img00847-20101022-1416.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Bagi yang berkunjung ke Kabupaten Kapuas, sempatkanlah mampir ke Basarang. Desa Bali yang terletak persis disisi aliran Sungai Kapuas. Desa ini selain terkenal sebagai kampungnya orang Bali, Basarang juga dikenal akan nenas madunya. Nenas Basarang rasanya sangat manis. Makan satu nenas tidak akan terasa cukup karena saking enaknya.</p>
<p>Kabupaten Kapuas secara daerah administratif berada di wilayah Kailmantan Tengah. Tapi secara geografis lebih dekat dengan Banjarmasin, ibukota Kalimantan Selatan. Untuk sampai Palangkaraya kita mesti menempuh perjalanan darat sekitar dua setengah jam. Kalau ke Banjarmasin cukum satu jam perjalanan darat.</p>
<p>Dari kota Kabupaten Kapuas ke Desa Basarang tidak sampai 30 menit. Setelah melewati jembatan Pulau Telo kita akan langsung berjumpa dengan keakraban desa desa di Bali. Telo dalam bahasa dayak berarti tiga. Dari jembatan Sungai Telo, kita bisa melihat tiga pulau kecil yang ada ditengah Sungai Kapuas. Menurut cerita, dulu pulau ini sempat akan dijadikan sebagai wilayah khusus perjudian. Sukurlah ide gila ini tidak kesampaian.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://komangadi.files.wordpress.com/2010/11/peta-kabupaten-kapuas.gif"><img class="aligncenter size-large wp-image-131" title="PETA-KABUPATEN-KAPUAS" src="http://komangadi.files.wordpress.com/2010/11/peta-kabupaten-kapuas.gif?w=380&#038;h=614" alt="" width="380" height="614" /></a>Saya mengunjungi Desa Basarang untuk bertemu dengan Wayan Sintra. Rumahnya berada didepan Pura Jagatnatha, dibelah oleh jalan raya Kapuas menuju Palangkaraya. Kontak Sintra saya dapatkan dari Agung, Ketua Peradah Kapuas . Agung adalah seorang wirausahawan. Dia memiliki usaha foto copy. Usahanya terbilang maju. Saat saya bertemu Agung di tokonya,  terlihat banyak pengunjung khususnya pegawai dinas Kapuas memanfaatkan jasa fotocopynya.</p>
<p>Sosok Wayan Sintra menarik buat saya. Sejak muda Sintra telah menjadi penggerak kemajuan Hindu di Basarang dan Kalimantan Tengah. Sintra muda merintis pesantian muda mudi di Basarang yang hingga kini dikenal sebagai Pesantian Peradah. Dia aktif bersosialisasi dengan warga dayak Hindu Kaharingan. Dengan kemampuannya berbahasa sangiang, dia bisa memberikan pemahaman mengenai nilai nilai Hindu yang lekat dengan nilai lokal Dayak Kapuas. Sintra dewasa mendapat tentangan dari warga desa Basarang tempat dia bertumbuh kembang atas konsekwensinya menalami ajaran Hare Krisna. Tiga fakta tersebut sangat menarik minat saya untuk bertemu dan mengenal  Sintra lebih jauh.</p>
<p>Wayan Sintra merupakan generasi kedua yang terlahir dan besar di Basarang. Ayah Sintra menginjakkan kaki di Basarang pada tahun 1963. Transmigran generasi pertama dari Bali atas program Soekarno. Cita cita Soekarno pada waktu itu adalah menjadikan Palangkaraya sebagai ibukota Indonesia. Untuk mewujudkan cita cita tersebut Soekarno merancang infrastruktur kota dan menambah sumber daya manusia lewat program transmigrasi. Ayah Sintra berasal dari Nusa Lembongan. Tahun 1963 hidup di Nusa Lembongan sangatlah susah. Tidak ada industri pariwisata atau usaha rumput laut seperti yang kita kenal sekarang ini. Hidup yang susah saat itu membuat orang tua Sintra eksodus ke desa Melaya kabupaten Negara sebagai buruh upah. Dengan cita cita untuk memiliki tanah pertanian sendiri, akhirnya mereka berlabuh di Basarang Kalimantan Tengah bersama dengan 60 kepala keluarga yang lainnya.</p>
<p>Basarang tahun 60 an adalah hutan rimba. Sintra mengenang desa kelahirannya sebagai tempat bertumbuh yang beralam keras. Tidak mudah mengolah tanah rawa menjadi tanah yang siap untuk ditanami. Akses transportasi sangat susah. Klotok sejenis sampan kecil merupakan alat transportasi utama antar desa yang terhubung oleh sungai. Baru pada tahun 1998 jalan raya Basarang ke Palangkaraya selesai dibangun. Sebelumnya ke Palangkaraya masyarakt Basarang harus menghabiskan waktu satu hari menggunakan bus air. Nyamuk rawa menjadi keseharian di Basarang. Saat saya bertamu ke rumah Sintra, nyamuk rawa langsung menyapa kaki saya dan tangan saya dengan rakusnya.</p>
<p>Wayan Sintra adalah penggerak Peradah Indonesia di Kapuas khususnya Basarang. Saya salut atas kerja kerasnya menggerakkan organisasi di sebuah tempat yang nun jauh dari Jakarta. Ditengah upaya yang dia lakukan untuk meningkatkan pemahaman SDM Dayak Kapuas akan nilai nilai Hindu dan juga mengupayakan persatuan antara warga Bali dan Dayak, Sintra mendapat tantangan dari internal warga Basarang. Sekelompok warga Basarang tidak terima karena Sintra mendalami ajaran Hare Krisna. Saya merasa ironi akan situasi yang dihadapi Sintra. Ditengah upaya membangun kebersamaan dalam perbedaan dengan warga Hindu Dayak Kapuas, Sintra sendiri mendapat penolakan dari warga Bali.</p>
<p>Saat ini Sintra menjabat sebagai kepala sekolah di SMP 6 Palingkau, Kapuas Muru. Sebagai pendidik dia merupakan ujung tombak kemajuan SDM masyarkat Hindu di Kalimantan Tengah. Upayanya untuk memajukan kualitas SDM Dayak Ngaju (Dayak Kapuas) patut kita berikan apresiasi. Dia adalah pemain utama persatuan Hindu Nusantara di Kalimantan Tengah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komangadi.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komangadi.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komangadi.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komangadi.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komangadi.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komangadi.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komangadi.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komangadi.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komangadi.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komangadi.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komangadi.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komangadi.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komangadi.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komangadi.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komangadi.wordpress.com&amp;blog=2020181&amp;post=129&amp;subd=komangadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangadi.wordpress.com/2010/11/10/basarang-desa-bali-disisi-sungai-kapuas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a8d4f2777810d4878c442da71d5918?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Komang Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komangadi.files.wordpress.com/2010/11/img00847-20101022-1416.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Gerbang khas di Pura Jagatnatha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://komangadi.files.wordpress.com/2010/11/peta-kabupaten-kapuas.gif?w=633" medium="image">
			<media:title type="html">PETA-KABUPATEN-KAPUAS</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
