Transparansi Dana Politik
May 12, 2008
Membuka website kandidat presiden Amerika dari partai Demokrat, barackobama.com atau hillaryclinton.com memberi pelajaran kepada kita akan transparansi dana politik. Di halaman depan website kedua kandidat tersebut dengan jelas terpampang ajakan untuk berdonasi. Obama dan Hillary meminta serta membuka ruang bagi partisipasi rakyat Amerika dalam mendanai terpilihnya presiden yang baru.
Setelah ajakan untuk berdonasi, barulah dihalaman web selanjutnya kita disuguhkan dengan informasi -informasi seputar pemilihan. Mulai dari Program, isu-isu, saluran dukungan, serta media komunikasi interaktif dengan kandidat. Kandidat dengan mudah bisa kita temui di friendster, facebook ataupun flickr. Para kandidat seolah memperlihatkan kalau mereka bisa dijangkau oleh seluruh lapisan rakyat dari seluruh penjuru Amerika dan dunia. Mereka juga ingin menunjukkan kalau mereka transparan.
Di negara kita, transparansi dana politik rupanya masih jauh dari harapan. Rakyat bukan subyek tapi masih merupakan obyek dalam pemilihan langsung, baik untuk presiden, gubernur ataupun bupati. Pemilih terbentuk oleh sistem dan kondisi untuk menerima bukan berkontribusi dana dalam pemilihan. Di Amerika rakyat menentukan, di Indonesia sama juga, tapi dengan catatan ada harganya.
Contoh paling kongkrit bisa kita temui dalam pemilihan Gubernur Bali yang akan segera berlangsung. Data menunjukkan, tak satupun dari ketiga kandidat gubernur berani dengan transparan membeberkan sumber dana pemilihan yang mereka gelontorkan. Mangku Pastika, Winasa dan Cok Budi Suryawan sama tidak transparannya. Tak satupun di website para kandidat berani meminta partisipasi rakyat Bali untuk secara lanngsung memberikan dukungan dalam bentuk partisipasi dana. Informasi asal sumber dana kampanye juga tidak bisa kita lihat di media informasi kampanye mereka.
Dengan sumber dana kampanye yang tidak transparan, Gubernur Bali terpilih dikhawatirkan telah terbeli oleh para pemodal politik atau kartel ekonomi. Kelompok ini maksudnya jelas, keuntungan. Siapakah yang akan dirugikan ? pastilah rakyat Bali.
Entry Filed under: Politik. .
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
Noch | July 8, 2008 at 4:10 am
Ya”’ Betul telah terbeli, dan nati menjualnya Bli….