Mau Marah
February 28, 2008
Saya mau marah. Orang orang pada norak didepan saya. Mereka marah marah tanpa alasan yang jelas. Apa karena bawaan dari rumah atau karena macet di jalan menuju kantor. Yang saya tahu, pagi ini suasana kantor tidak enak sama sekali. Hawanya panas. Semua orang marah. Saya pun jadi mau marah.
Marah bisa membuat membuat gerah. Marah identik dengan merah. Sapi-sapi mengejar matador cukup dengan kibasan selembar kain merah. Sapi jadi marah. Mengejar-ngejar tak tentu arah. Menanduk sampai darah merah tumpah dari para matador. Orang yang marah, hawanya pun dapat menanduk orang-orang yang ada di sekitarnya, sehingga menjadi gerah. Hati-hatilah kalau marah, jangan tunjukkan kapada orang-orang disekitar. Karena dengan sekejap kita akan sendiri dalam sepi berbalut amarah. Mereka telah pergi menghindar, enggan untuk kena tandukan amarah.
Marah juga merupakan komunikasi. Mereka marah karena ingin orang-orang tahu kalau ada yang sedang salah. Yang parah, jika marah tanpa komunikasi yang jelas. Berharap orang lain bisa menebak sebab musabab kemarahan. Orang bijak tentunya tidak akan marah karena sesuatu yang salah. Mereka mengutarakan dan mencari jalan untuk memperbaiki kesalahan. Bukan bersungut-sungut dengan muka memerah.
Entry Filed under: Uncategorized. .
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
maya | March 5, 2008 at 10:09 am
Marah itu manusiawi, wajar, dan sehat….asalkan jangan dipendam sampai matahari terbenam:)Tapi kalo marahnya udah malam gimana dong…???
2.
i gede blonder | March 7, 2008 at 3:09 pm
betul juga, marah juga seperti virus. dapat menular kalo kontrol diri sedang tidak bagus. mengendalikan amarah memang susah2 gampang.
3.
penyuka merah | March 30, 2008 at 9:54 am
Duh bli …
Sabar … Yang sabar dongs. Jangan2 bli komang nyodorin kain merah ya didepannya? Nah lo …